Pencopotan Menkeu Purbaya Ungkap Pajak 40 Pabrik Baja Jadi Perbincangan Terpanas di Jagat Raya

Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Redaksi
Selasa, 15 September 2026 | 11:42:25 WIB

Jakarta, Detak Indonesia — Panggung politik ekonomi Tanah Air mendadak menyajikan hal yang menggemparkan dan cukup menjadi buah bibir pasca pencopotan Menteri Keuangan Purbaya yang cukup dramatis. Pada Senin sore 14 September 2026, kabar mengejutkan datang dari Istana Negara: Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Pencopotan kilat ini terjadi hanya beberapa jam setelah Purbaya membongkar dugaan mega-kebocoran pajak yang melibatkan puluhan pabrik baja raksasa dan oknum "orang dalam".

Kisah bermula dari kecurigaan berat Purbaya terhadap indikasi "main mata" di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Purbaya menyoroti sedikitnya 40 pabrik baja asal China yang diduga melenggang bebas tanpa membayar kewajiban pajak secara penuh.

Padahal, perintah pemeriksaan sudah diturunkan dari meja menteri Purbaya. Namun aneh tapi nyata, tak satu pun dari 40 perusahaan tersebut yang disentuh oleh petugas!

Menkeu Purbaya bahkan secara rinci menunjuk satu perusahaan di kawasan industri Pulogadung Jakarta yang tunggakan pajaknya mencapai angka fantastis.

"Sedikitnya Rp200 miliar, dan nilainya berpotensi mendekati Rp1 triliun!"

Sebuah angka raksasa yang sanggup membuat anggaran negara tersenyum lebar jika berhasil dieksekusi. Menkeu Purbaya pun berikrar akan menyapu bersih kebocoran di sektor Pajak dan Bea Cukai tanpa ampun.

Namun keberanian Purbaya membeberkan dugaan borok penerimaan negara mencapai puncaknya pada Senin siang (11.00–14.33 WIB). Saat itu, ia sedang menghadiri rapat kerja gabungan bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Namun, di tengah-tengah pembahasan materi rapat yang memanas, sebuah skenario "panggilan darurat" terjadi.

Panggilan Berdering. HP Purbaya bergetar hebat menerima panggilan telepon penting dari Istana Negara.

Skors Rapat. Pimpinan rapat DPD RI seketika menskors jalannya sidang demi memberi waktu sang menteri menerima telepon di luar ruangan.

Menteri Keuangan Purbaya melangkah keluar ruangan rapat... dan tak pernah kembali lagi ke kursinya! Tak lama kemudian, para staf Kemenkeu nampak sibuk mengemasi barang-barang milik sang menteri yang tertinggal di meja.

Teka-teki hilangnya Purbaya dari rapat Senayan akhirnya terjawab tuntas pada sore harinya. Panggilan telepon dari Istana tersebut ternyata merupakan "pesan pamungkas" dari Presiden Prabowo Subianto yang menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya sebagai Bendahara Negara.

Isu kebocoran pajak 40 pabrik baja dan potensi penerimaan triliunan rupiah yang baru saja ditiupkan Purbaya kini menggantung di udara, meninggalkan seribu tanda tanya di benak publik!

Pencopotan mendadak ini menjadi perbincangan terpanas di jagat raya, memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan pembenahan pajak dan Bea Cukai di Indonesia.

Membongkar kebocoran pajak triliunan rupiah itu butuh nyali setebal baja, tapi menghadapi panggilan telepon dari Istana di tengah rapat butuh ketabahan batin tingkat tinggi! (di)

Reporter: Redaksi