Sinuruik, Detak Indonesia — Kabut gelap dugaan keterlibatan oknum "berseragam" kembali mencoreng penegakan hukum di Sumatera Barat. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) makin brutal dan terang-terangan. Tak tanggung-tanggung, pukuhan unit alat berat jenis ekskavator dilaporkan menyusup masuk pada dini hari untuk mengeruk bumi demi segelintir koruptor lingkungan.

Parahnya, praktik tambang haram yang merusak ekosistem, merampas kekayaan daerah yang tak berizin ini diduga kuat melenggang bebas karena mendapat "payung hukum" alias back-up dari oknum petinggi  "berseragam" setempat. Dialah Orang Bagak kalau tak setor alat berat ekskavator ditangkap.

Dari Lapangan:
Infiltrasi Gelap Dini Hari: Puluhan ekskavator berukuran besar diselundupkan saat warga tertidur pulas. Upaya ini mengindikasikan adanya operasi terstruktur dan rapi untuk meloloskan alat berat tanpa tersentuh hukum.

Dugaan "Udang di Balik Batu" Oknum Berseragam : Informasi yang dihimpun tim media mengarah pada keterlibatan oknum “Berseragam” di Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Sumbar sebagai penyokong utama di balik layar. Tak ada yang berani mencegah! Banyak nama bertindak sebagai kaki tangan atau utusan resmi yang mengatur skenario penambangan di lapangan. Media akhirnya mencium dan menyorotnya berkat informasi dari masyarakat setempat.

Aparat Bungkam dan Alergi Konfirmasi: Saat awak media mencoba melakukan klarifikasi (konfirmasi) langsung, pihak yang bersangkutan meminta datang untuk bertemu, datang saja katanya. Bahkan sejak awal mengetahui setoran diantar pekerja PETI sebagai “uang payuang” Rp85 juta per bulan per ekskavator konfirmasi dan kedatangan awak media ke markas aparat tersebut selalu dibilang anak buahnya bapak keluar, sama sekali tidak membuahkan respon—isyarat kuat adanya hal besar yang disembunyikan.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. Hukum seolah tumpul ke atas dan tajam ke bawah ketika alat berat bebas merusak lingkungan tanpa izin resmi, sementara aparat penegak hukum justru bungkam. Tak berani! Bongkar !!! Lapor Pak Presiden Prabowo Subianto tolong turunkan tim. Tangkap alat beratnya.

Masyarakat dan insan pers kini mendesak pimpinan tertinggi  Polri untuk turun tangan membersihkan oknum-oknum. Lokasi tambang di Tombang Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, oknum berseragam juga memasukkan alat berat ekskavator disebut-sebut di lokasi Tombang namanya Ahmad. Di Tombang Sinuruik, secara total jumlah alat berat ekskavator puluhan unit bayar "uang payuang" ke oknum setempat sekitar Rp85 juta per bulan per ekskavator. Demikian info pekerja box PETI kepada awak media.

"Back-up" yang merusak institusi:
Desakan Tegas: Bapak Kapolri,  hingga didesak untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap oknum berseragam di Pasaman Barat Sumbar atas dugaan menjadi pemback-up tambang emas ilegal di Sinuruik Pasaman Barat. Jangan biarkan seragam kebanggaan rakyat dijadikan tameng bisnis haram! (azf/tim)

Reporter: Redaksi