Omak-omak yang Demo Akan Datangi Kantor Camat Rokan IV Koto
Tanjung Medan, Detak Indonesia--Konflik agraria yang berkepanjangan antara warga Dusun Rantau Upih, Dusun Pakobuk, Dusun Air Jernih, Desa Tanjung Medan, Desa Pemandang, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau dengan PT Anugerah Niaga Sawindo (PT ANS)/Central Group pimpinan Andrew Sitorus hingga kini belum ada penyelesaian.
Masalahnya pihak PT ANS/Central Grup yang tak miliki Hak Guna Usaha (HGU) menggunakan Koperasi Produsen Pakis Mandiri pimpinan Dali Usman bersama Findo merusak mengekskavator kebun sawit warga sejak akhir 2025 lalu hingga September 2026 ini belum ada penyelesaian.
Sementara Laporan Polisi (LP) perusakan kebun sawit warga atas nama Pak Pinkun sudah masuk ke Ditreskrimum Polda Riau Juli 2026 lalu telah dilimpahkan ke Polres Rohul. Pelaku perusak Dali Usman dan Findo sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Sat Reskrim Polres Rohul dan belum ditetapkan sebagai tersangka hingga akhir September 2026 ini.


Lama penyelesaian konflik agraria ini membuat warga naik darah dan memblokir jalan keluar panen tandan buah segara (TBS) PT ANS/Central Grup di Desa Tanjung Medan Jumat petang (25/9/2026). Sejumlah truk angkut sawit perusahaan dilarang melintas di kampung tersebut.
Oleh sebab itu selain aliansi masyarakat kaun pria tua muda akan datang ke Kantor Camat Rokan IV Koto pada Senin (28/9/2026), maka omak-omak kaum ibu juga akan hadir ke Kantor Camat Rokan IV Koto bertemu Camat Rokan IV Koto H Alfarid Toha SP MIP. Warga mendesak agar camat segera menyelesaikan kerugian warganya tersebut. Camat jangan berpihak kepada oligarki yang merugikan warga desa. Kehadiran perusahaan seharusnya mengangkat kesejahteraan warga sesa, tapi ini kata warga bahwa PT ANS/Central Group membuat masalah.
Seperti diberitakan sebelumnya,
21 tahun PT Anugerah Niaga Sawindo tak realisasikan kebun sawit warga. Demo blokir jalan desa, truk sawit PT ANS tak bisa lewat dan mundur.
Aliansi Masyarakat Dusun Rantau Upih, Dusun Pakobuk, Dusun Air Jernih, Tanjung Medan, Desa Pemandang, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau melancarkan aksi demo dan menutup akses jalan desa sehingga lalu lintas produksi tandan buah segar (TBS) sawit PT Anugerah Niaga Sawindo (PT ANS) tak bisa lewat, Jumat petang (25/9/2026).
Koordinator Aksi Rizal Pahlewi (Ica), didampingi Yandra, Ninik mamak Desa Tanjung Medan Jasmi R Dt Bandaro Mudo dan sejumlah anak kemenakan dalam aksi damai ini mengatakan warga tempatan sedikitnya sekira 109 orang dicoret dikeluarkan dari daftar anggota koperasi Anugerah Pusu Jaya padahal mereka sejak 2006 lalu sudah MoU kerja sama dengan PT ANS dalam rencana membangun kebun sawit. Hanya sekitar 116 orang saja yang dimasukkan kerja sama dengan perusahaan.
Namun sampai 2026 ini kebun sawit yang dijanjikan tidak kunjung siap dibangun tak kunjung diberikan kepada masyarakat tempatan. Malah masyarakat luar yang mendapatkan pencairan dana sekitar Rp2,8 juta per anggota yang menerima pencairan sebanyak sekitar 275 orang awal September 2026 lalu. Orang luar itu yang mendapat pencairan antara lain oknum Kades Rokan Koto Ruang Alexusanto tak sepantasnya jadi anggota koperasi, juga Aryon Fadli, dll.
Ini membuat prihatin warga tempatan lainnya yang tidak mendapat pencairan. PT ANS juga memecah belah warga dengan mengkondisikan pembentukan pengurus koperasi baru. Pengurus koperasi lama disingkirkan diganti. Dan pengurus koperasi baru ini disahkan oleh Bupati Rohul Anton ST MM dan Dinas Koperasi Rohul. Pengesahan oleh Pemkab Rohul ini membuat warga terpecah belah, resah, ribut. Padahal ada hubungan kekerabatan dan selama ini damai, rukun, tenteram. Namun sejak masuk PT ANS sejak 2006 diakuisisi Central Group tahun 2022 warga jadi terganggu, apalagi kebun sawit warga dirusak diekskavator akhir tahun 2025 lalu tanpa penyelesaian.
Sementara PT ANS/Central Group yang menggunakan oknum Koperasi Produsen Pakis Mandiri merusak mengekskavator kebun sawit warga di Desa Tanjung Medan, Desa Pemandang, Air Jernih, Rantau Upih, dan Pakobuk.
Masalah galian C di pinggir Sungai Rokan sebagai tanggul penahan banjir juga disorot warga karena dikeruk oleh perusahaan PT ANS/Central Group untuk menimbun badan jalan kebun sawit perusahaan. Dulu saat musim hujan, air Sungai Rokan meluap dan banjir besar menggenangi kampung warga di Desa Tanjung Medan. Warga minta stop keruk galian C kerikil di pinggir Sungai Rokan tersebut.
Dalam aksi ini warga mendesak bubarkan Koperasi Produsen Pakis Mandiri, Koperasi Anugerah Pusu Jaya, usir PT ANS/Central. Warga juga memasang spanduk, menandatangani kain putih kesetiaan perjuangan merebut kembali kebun sawit yang dirusak perusahaan yang bekerja sama dengan oknum koperasi produsen Pakis Mandiri.
Kalau tak selesai oleh Camat Rokan IV Koto, maka warga akan mendatangi Bupati Rohul Anton ST MM yang menerbitkan Keputusan Bupati Rokan Hulu
Nomor: kpts. 100.3.3.2/Disnakbun/487/2026 tentang Penetapan Calon Penerima dan Calon Lahan Kegiatan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat sekitar oleh PT Anugerah Niaga Sawindo dengan Mitra Koperasi Produsen Sawit Anugerah Pusu Jaya Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. (tim)