Karet dan Teh akan tumbuh berkelanjutan

Hari Teh Internasional, Strategi PalmCo Kembalikan Kejayaan Komoditas Teh

Di Baca : 779 Kali
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa saat meninjau kebun teh Regional II di Sidamanik, Sumatera Utara. PalmCo berhasil mencatatkan sejarah dengan keberhasilan menjalankan program Turn Around dan membukukan laba komoditas teh dan karet setelah lebih dua dasawarsa merugi. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

“Posisi exclude impairment, setelah lebih satu dasawarsa merugi, komoditas karet mampu membukukan laba bersih unaudit 2024 sebesar Rp14 miliar,” katanya lagi.

Disampaikannya pencapaian tersebut patut disyukuri sebab tanaman yang oleh PalmCo diolah menjadi produk Standard Indonesian Rubber dan Ribbed Smoke Sheet itu telah berkontribusi menekan losis dan berkontribusi hingga Rp310 miliar jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Sementara untuk teh, khususnya di Sumatera Utara, menurut Jatmiko juga telah mampu menunjukkan hasil positif setelah lebih 25 tahun tidak pernah memperoleh laba.

“Teh sudah mampu mencatatkan laba untuk pertama kalinya sejak tahun 1996,” tukas Jatmiko.

Terkait industri teh, menurut Asosiasi Teh Indonesia (ATI), akibat kenaikan impor dan penurunan ekspor teh, maka selama 15 tahun terakhir industri teh di dalam negeri mengalami penurunan baik dari segi luas areal dan produksinya. Luas kebun teh turun dari 140.000 Ha menjadi 90.000 Ha dengan produksi yang juga turun dari 40 ribu ton per tahun dari sebelumnya rata-rata 70.000 ton pertahun. Kondisi yang membawa Indonesia turun peringkat dari 3 besar penghasil teh di dunia menjadi posisi ke tujuh.

Maka menurut Jatmiko, berbagai langkah dan program inisiatif turn around komoditas non inti seperti karet dan teh yang digesa PalmCo sejak pertengahan 2024 tersebut harus dijaga konsistensinya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar