Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Kembali Sorot Kinerja PT PHR
Pekanbaru, Detak Indonesia — Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan SH MH kembali menegaskan komitmennya terhadap pengawasan atas kinerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), terutama soal pengadaan geomembrane yang dianggap bermasalah dulunya.
Hinca menegaskan bahwa kualitas material yang menurun tetapi anggaran tetap tinggi berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara dan menghambat target produksi minyak nasional.
Dalam kunjungannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, di Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (1/10/2025), Hinca menyampaikan bahwa sejak pengadaan kembali ditangani oleh Pertamina, kualitas geomembrane yang digunakan berubah dibanding masa Chevron, misalnya diizinkannya sambungan material.
“Dulu geomembrane itu tanpa sambungan, kualitasnya tinggi. Sekarang dibolehkan sambungan, harganya memang lebih murah, tapi anggarannya tetap besar,” jelasnya.
Menurut Hinca, tanpa geomembrane yang berkualitas baik, kegiatan pengeboran dan produksi migas sulit berjalan normal. Dia merujuk target produksi harian 160.000 barel minyak yang belum pernah tercapai sebagai indikasi bahwa ada kelemahan di lapangan.
Tulis Komentar