Mensos: Sekolah Rakyat Khusus untuk Keluarga Miskin dan Anak Putus Sekolah

Mensos Minta Kepala Daerah Agar Sediakan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Di Baca : 155 Kali
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf didampingi Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman, dan pejabat lainnya tiba di Sekolah Rakyat Jalan Sekolah Rumbai Pekanbaru, Minggu (14/6/2026). Mensos disambut siswa Sekolah Rakyat Pekanbaru yang dulunya lemas ngantuk-ngantuk kini setelah dibina di Sekolah Rakyat mereka menjadi cerdas, sigap, dan cekatan. (tim/azf)
 

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.

"Pada akhirnya setiap kabupaten dan kota akan memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, keluarga tidak mampu, yang berada di desil satu dan desil dua," kata Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat juga menyasar anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, hingga yang berpotensi putus sekolah.

Gus Ipul menegaskan proses penerimaan siswa harus berjalan transparan tanpa praktik titipan dari pihak manapun.

"Tidak boleh ada jual beli, tidak boleh ada bayar-membayar, tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati wali kota tidak boleh titip," tegasnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar