Angka Stunting Turun

Program Pencegahan Stunting PHR di Riau Sasar 11.340 Penerima Manfaat

Di Baca : 2522 Kali
PHR bersama PKBI menyerahkan bantuan alat Produksi Makanan Tambahan (PMT) di Kampung KB, Desa Pulau Lawas, Kampar, Riau, belum lama ini. (Dok. Humas PHR)
 

Dalam pelaksanaannya, PHR bersama mitra pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Riau telah melakukan intervensi sejumlah di sejumlah daerah dengan pemberian makanan tambahan bagi anak usia bawah dua tahun serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronik. Bantuan alat produksi makanan tambahan (Dapur Sehat/Dahsat) dan bantuan alat antropometri bagi Posyandu.

Selain itu, PHR bersama PKBI Riau rutin melakukan edukasi pencegahan stunting dengan melibatkan kader Posyandu, bidan desa dan PKK. Adapun penerima manfaat langsung sebanyak 80 kader posyandu, 186 balita stunting, 61 ibu hamil dan 2.748 orang diedukasi terkait stunting.

“Lebih 60 Posyandu diintervensi untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan edukasi, 66 Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan  kurang lebih 186 Balita Stunting,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya program stunting dukungan PHR di 2024 ini dapat mengeliminasi angka balita stunting di wilayah intervensi untuk mengejar target 14 persen prevalensi stunting di 2024, yakni sesuai target Presiden RI Joko Widodo sebagai perwujudan Perpres Nomor 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

“Program ini juga terlaksana atas kolaborasi multi pihak, yaitu mitra pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Wilayah Riau, BKKBN Provinsi Riau serta Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten,” ucapnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar