Tekan Fatalitas di Jalan Raya, Ditlantas Polda Riau Hadirkan Program Bung Selamat Selama Satu Bulan Penuh
"Secara data, kan bisa kita lihat, tahun ini laka lantas cukup tinggi, dan banyak melibatkan kendaraan angkutan umum, banyak aktifitas kendaraan 'over dimensi over load' atau ODOL yang mengakikatkan jalan rusak, juga adanya keluhan masyarakat karena terjadinya kemacetan yang disebabkan iring-iringan kendaraan "ODOL" tersebut," pungkasnya.
Beberapa rencana kegiatan telah kita susun antara lain melaksanakan rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan untuk membuat kebijakan bersama dalam menekan angka laka lantas yang melibatkan kendaraan angkutan umum, melaksanakan sinergi dengam Dishub dan BPTD melakukan pengecekan laik kendaraan angkutan umum baik di terminal maupun pol dan di tempat parkir kendaraan angkutan umum, edukasi dan pelatihan kepada para supir angkutan umum dengan melibatkan diklat tenaga kerja Kementrian maupun Provisi, serta sekolah-sekolah mengemudi yang terakreditasi, melakukan pengecekan kesehatan dan narkoba kepada para supir angkutan umum juga melakukan penegakan hukum gabungan kepada kendaraan-kendaraan angkutan umum yang melanggar "ODOL" serta melakukan rekayasa lantas terhadap daerah-daerah yang rawan laka lantas.
"Melalui program Bung Selamat ini yang juga dilaksanakan serentak di seluruh Satlantas jajaran Polda Riau, saya berharap angka kecelakan lalu lintas, kemacetan dan pelanggaran "ODOL" angkutan umum dapat kita tekan semaksimal mungkin," jelasnya.
Tulis Komentar