Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Skema Penempatan Program Government to Government (G to G)

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Beri Arahan di Pekanbaru, Ada Peluang Kerja di Jepang dan Jerman

Di Baca : 1850 Kali
Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Ryani SE SH MH (tengah), dan Kadisnakertrans Riau Boby Rachmat (kanan), dan Kepala BP3MI Riau Funny Wahyu Kurniawan. (kiri) foto bersama dengan 150 mahasiswa empat perguruan tinggi bidang kesehatan di Pekanbaru Jumat pagi (29/11/2024). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Ada keberangkatan yang melalui jalur melancong, Negara terkadang tak bisa mendeteksi tahu-tahu ada permasalahan. Maka berangkatlah mlaui jalur yang sudah didesain Pemerintah dan adik-adik mahasiswa selalu terjaga dan bisa pulang menjadi tenaga kerja migran yang sukses melanjutkan kehidupan buka usaha.

Sementara Kadisnakertrans Riau Boby Rachmat menyampaikan ceramahnya berjudul Peran Pemerintah Daerah dalam Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Boby mengimbau kepada calon tenaga kerja ke luar negeri agar memanfaatkan usia produktif sekarang ini dengan sebaik-baiknya. Disnaker Riau dan kabid-kabidnya siap memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada adik-adik calon tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Kendala kerja ke luar negeri terkadang memang sulit mendapat izin dari orang tua. Peluang kerja saat ini yaitu di Jepang, dan Jerman. Ada 150 peserta dari empat perguruan tinggi bidang kesehatan di Pekanbaru yang ikut acara ini.

Menurut Kadisnakertrans Riau dengan sosialisasi ini dapat mengurangi tingkat pekerja migran yang nonprosedural. Jadi masyarakat Riau yang ingin bekerja di luar negeri agar memenuhi kompetensi dan regulasi sehingga tidak bermasalah dan tak  menjadi beban negara. Itulah kehadiran Ibu Wamen sebagai komitmen Pemerintah akan kehadiran negara untuk pekerja migran yang ada di Riau.

Sebelumnya kepada mahasiswa yang hadir diberikan kesempatan untuk bertanya. Salah seorang mahasiswa, Maulana mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat dari Institut Kesehatan Al Insyirah Pekanbaru bertanya apakah boleh ada kemudahan bagi calon pekerja yang tidak menguasai bahasa asing.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar