korban selama ini menderita penyakit maag akut

Polisi dan Unit Inafis Evakuasi Mayat Gantung Diri di Desa Gurusinga

Di Baca : 1035 Kali
Personel Polsek Berastagi bersama warga evakuasi mayat gantung diri di Desa Gurusinga, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (16/4/2025). (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Berastagi, Detak Indonesia--Warga Desa Gurusinga digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri. Korban yang diketahui berinisial KG (48), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pintu kamar rumahnya di Desa Gurusinga, Kecamatan Berastagi,  Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Berastagi AKP Hendri D Tobing menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Adil Gurusinga.

"Saksi mencium bau tak sedap dan melihat darah di depan pintu rumah korban. Karena curiga saksi mendobrak pintu dan mendapati korban telah tergantung di pintu kamar rumahnya," ucapnya.

Sontak kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun setempat yang kemudian meneruskan informasi ke Polsek Berastagi. Petugas yang datang bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Tanah Karo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi korban juga dibantu oleh masyarakat sekitar dan anggota Koramil 03/Berastagi.

Korban kemudian dibawa ke RSU Kabanjahe untuk dilakukan visum oleh pihak medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi untuk menerima kejadian ini sebagai musibah.

Menurut keterangan keluarga, korban selama ini menderita penyakit maag akut yang cukup parah. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologis korban.

Polisi telah melakukan beberapa tindakan antara lain mengecek TKP, memintai keterangan saksi saksi, membawa jenazah ke rumah sakit, serta berkoordinasi dengan pihak medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Berastagi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk kesehatan mental anggota keluarga.

"Mari saling memperhatikan dan menjaga satu sama lain agar kejadian seperti ini tidak terulang," tutupnya.(stm)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar