Petani Sawit Lihat PalmCo sebagai Pahlawan Baru Ekonomi Rakyat
Pendekatan yang digunakan PalmCo juga beragam. Salah satu yang sangat dikenal, adalah single management, yakni pola pengelolaan bersama antara perusahaan dan koperasi. Model ini menjamin efisiensi, transparansi, dan profesionalisme petani.
Hasilnya, produktivitas kebun mitra meningkat hingga 12,57 ton tandan buah segar (TBS) per hektare untuk tanaman menghasilkan tahun pertama. Angka itu jelas di atas rata-rata nasional.
“Dulu kami sempat khawatir. Tapi PTPN berubah. Sekarang bermitra adalah solusi terbaik untuk pengelolaan sawit rakyat,” kata Setiyono, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir).
“Dengan bermitra, kelembagaan kami jadi lebih kuat, tertib, dan produktif. Contohnya di kebun sawit Tani Sejahtera, Tanaman Menghasilkan tahun ke sembilan bahkan mencapai 27 ton per hektare per tahun. Itu luar biasa," jelasnya.
Kemitraan yang Mengubah Nasib
Cerita serupa datang dari Banten. M Nur, petani sawit di Serang, mengaku pendampingan PalmCo membuatnya lebih percaya diri mengelola kebun.
“Pendampingannya penuh dan gratis. Kami belajar tentang pembibitan, panen, sampai manajemen keuangan. Hasilnya langsung terasa,” tuturnya.

Tulis Komentar