Danantara: Transformasi PalmCo Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi Nasional
Seperti produksi tandan buah segar (TBS) inti regional ini tumbuh 5,4 persen menjadi 1,6 juta ton dengan produktivitas mencapai 24,07 ton TBS per hektare pertahun. Pabrik kelapa sawit mencatatkan produksi CPO sebesar 575.000 ton dengan produktivitas 5,68 ton CPO per hektare pertahun, sementara produksi minyak inti sawit (PKO) mencapai 115.000 ton. Rendemen CPO tercatat 23,59 persen, melampaui target perusahaan.
Kontribusi regional tersebut menopang kinerja konsolidasi PalmCo. Secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan produktivitas CPO 4,70 ton per hektare pertahun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih PalmCo mencapai Rp6,19 triliun, atau sekitar 170 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Setyanto menilai capaian tersebut mencerminkan praktik terbaik transformasi bisnis perkebunan yang modern, efisien, dan berorientasi keberlanjutan.
“Apa yang kami lihat menunjukkan integrasi antara digitalisasi, mekanisasi, dan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Ini bukan retorika, tetapi kerja nyata di lapangan,” katanya.
Ia juga menyebut PalmCo berpotensi menjadi contoh dalam mewujudkan visi Danantara sebagai sovereign wealth fund berkelas global, yang menekankan pengelolaan aset negara secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menegaskan bahwa transformasi yang berjalan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Tulis Komentar