sejumlah titik lahan terkontaminasi minyak imbas dari operasional masa lalu

Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Di Baca : 1641 Kali
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026). (Dok. Humas PHR)


PHR kata Arifin, juga telah melakukan Pengembangan Reservoir & Multi-Stage Fracturing (MSF), sebuah inovasi pada sumur MSF-1 di Kota Batak yang telah berhasil mencatatkan produksi hingga 569 BOPD. Keberhasilan ini direncanakan akan direplikasi pada 25 sumur baru di 2026.

Sepanjang periode berjalan, PHR juga telah melakukan pengeboran di 9 sumur eksplorasi untuk mencari cadangan baru. Reaktifiasi 1200 sumur dan 62 struktur, serta begitu pula pengembangan teknologi CEOR di lima lapangan besar (Minas, Bangko, Bekasap, Balam South, dan Petani)  yang memiliki potensi penambahan cadangan minyak cukup besar.

Selain performa produksi, PHR juga membuktikan peran sebagai penggerak ekonomi dengan 1.829 pekerja dan membuka hingga 42.647 lapangan kerja bagi masyarakat Riau. 

“Kami berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan produksi migas tentunya dengan prinsip-prinsip keselamatan dan peduli terhadap lingkungan. Sejumlah inovasi dan upaya yang dijalankan saat ini tak lain untuk mendukung target produksi migas dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Arifin. 

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengapresiasi langkah strategis PHR dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah lapangan yang sudah menua. Meski demikian, Bambang menekankan kepada PHR tidak hanya fokus dalam pengeboran (infill) namun juga pentingnya inovasi berkelanjutan di tengah kondisi lapangan yang menua.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar