sejumlah titik lahan terkontaminasi minyak imbas dari operasional masa lalu

Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Di Baca : 1643 Kali
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026). (Dok. Humas PHR)


"Kami menyadari bahwa sumur-sumur di Rokan ini sudah tua, namun kami sangat mengapresiasi karena PHR telah masuk ke fase EOR. Ini adalah pionir di Indonesia, khususnya metode steam flood yang membuat crude bisa terpompa naik secara optimal. Kami berharap ada terus inovasi tambahan dan terobosan baru selain infill drilling untuk menghadapi situasi lapangan yang mature ini," ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi XII DPR RI juga memberikan perhatian terhadap pentingnya keseimbangan antara ketahanan energi nasional, perlindungan lingkungan hidup, serta manfaat ekonomi bagi daerah. Masukan dan diskusi yang terbangun menjadi bagian penting dalam upaya bersama untuk mendorong kebijakan yang mendukung iklim investasi hulu migas.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi XII DPR RI Dapil Riau I Iyeth Bustami mempertanyakan komitmen PHR dalam memperhatikan aspek lingkungan di tengah operasi migas di WK Rokan. Iyeth Bustami mengaku telah mendapat laporan dari masyarakat dan mahasiswa bahwa terdapat sejumlah titik lahan terkontaminasi minyak imbas dari operasional masa lalu.

Menyikapi hal ini, Arifin mengatakan, bahwa TTM terjadi pada masa operasi WK Rokan sebelumnya. Adapun saat ini PHR tengah melaksanakan penugasan dari SKK Migas untuk pemulihan TTM masa lalu ini. Kegiatan Pemulihan TTM tersebut dilaksanakan sesuai ruang lingkup penugasan dari SKK Migas, dan dengan persetujuan serta pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan instansi Pemerintah terkait lainnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PHR dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional melalui operasi yang selamat, efisien, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat di wilayah operasi.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar