Tambang Biji Besi PT KUATASSI Disorot Terus, Ada Apa Kadis DLHK Solok, Inspektur Tambang Kok Bungkam?
Alahan Panjang, Detak Indonesia—Aktivitas pertambangan biji besi milik PT Karya Usaha Aneka Tambang Solok Selatan Indonesia (PT KUATASSI) kembali menjadi sorotan tajam publik setelah tetap beroperasi meski sebelumnya sempat dihentikan karena persoalan legalitas dan dokumen lingkungan hidup.
Temuan Tim Investigasi Wartawan bersama Lembaga Monitoring Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia DPP TOPAN RI pada 10 Januari 2026 di lokasi Jalan Lintas Padang – Alahan Panjang, Jorong Rawang, Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dengan titik koordinat Lat -1.039712 Long 100.69167, menunjukkan aktivitas tambang masih berjalan lancar.
Puluhan dump truk tronton sarat muatan yang tim lihat keluar dari lokasi tambang melalui pintu pagar seng di pinggir jalan Alahan Panjang. Kawasan ini dekat dari bebukitan kaki Gunung Talang. Pasir besi berwarna hitam gelap bercampur pasir.
Fakta ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Ada apa sebenarnya dengan pengawasan pemerintah daerah dan instansi terkait?
Padahal sebelumnya aktivitas tambang tersebut telah ramai diberitakan media sejak 22 Agustus 2025 dan telah dilaporkan langsung kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Solok serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat. Namun ironisnya, aktivitas tambang kembali berjalan bak “main kucing-kucingan” dengan aparat pengawasan.


Tulis Komentar