Dua Orangtua Murid SDN 181 Pekanbaru Pingsan di Ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru
Pekanbaru, Detak Indonesia--Dua orang ibu orangtua murid SDN 181 Kubang Pekanbaru, Riau yang anak-anaknya dipukuli guru bernama Damsir, pingsan di ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru, usai Komisi III DPRD Pekanbaru selesai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin siang (11/5/2026).
Tiga anak-anak selaku murid di SDN 181 Kubang yang dituding dipukuli guru Damsir sampai saat ini takut masuk sekolah dan ingin pindah ke sekolah lain. Hal inilah yang membuat orang tua murid itu stres dan pingsan di ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru Senin siang tadi (11/5/2026). Ditambah berlarut-larutnya masalah ini dan tidak ada penyelesaian terungkapnya kasus ini sejak 10 April 2026 lalu.
Kejadian pingsan ini usai Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi Pendidikan, Niar Erawati dan anggota Komisi III Pekanbaru lainnya hearing di ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru.
Dugaan kekerasan fisik di SD Negeri 181 Kubang Raya Pekanbaru, jeritan wali murid ini jadi ujian integritas Dinas Pendidikan Pekanbaru dan Riau untuk menyelesaikannya.
Dugaan praktik kekerasan fisik terhadap sejumlah siswa di SD Negeri 181 Kubang Raya mencuat ke publik setelah serangkaian pengakuan dari wali murid dan korban. Kasus ini memicu kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan pendidikan serta respons institusi yang dinilai belum tegas dan transparan.
Salah satu wali murid, Juliana Rosliana (dikenal sebagai Butet), yang juga menjabat sebagai pengurus komite sekolah, menyampaikan kesaksian emosional terkait dugaan kekerasan yang dialami anaknya, Muhammad Al-Fatih, siswa kelas 4E.

Plt Kadisdik Pekanbaru Alek Kurniawan (kiri) berdialog dengan orangtua murid di DPRD Pekanbaru, Senin siang (11/5/2026). (azf)
Tulis Komentar