STRES ANAK DIPUKULI GURU TAK ADA PENYELESAIAN TUNTAS

Dua Orangtua Murid SDN 181 Pekanbaru Pingsan di Ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru

Di Baca : 502 Kali
Dua orang tua murid SDN 181 Kubangraya Pekanbaru pingsan di dalam ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru usai Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi Pendidikan, Niar Erawati dan anggota Komisi III Pekanbaru lainnya hearing di ruang Badan Musyawarah DPRD Pekanbaru membahas kasus itu, Senin siang (11/5/2026). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

“Anak saya bilang dipukul di pinggang pakai kayu dan ditusuk dengan benda besi di bagian perut. Sampai sekarang dia sering mengeluh sakit dan sesak napas,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan, Jonatan membenarkan perlakuan tersebut.

“Betul om, saya dipukul. Pinggang pakai kayu, perut ditusuk pakai besi. Teman-teman lain juga ada yang dipukul,” aku Jonatan.

Sementara itu, Ika Dwisusanti, orang tua Dwiego Dirgantara, juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut anaknya pernah dipukul, dijewer, serta mengalami hukuman fisik di kelas.

“Punggung anak saya sampai biru. Dia juga pernah dihukum fisik karena tidak membawa buku. Ini membuat anak saya trauma dan ingin pindah sekolah,” jelasnya.

Ika juga membantah narasi yang menyebut salah satu korban bersifat hiperaktif sebagai pembenaran tindakan kekerasan.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar