Program JKN Dampingi Kristi Warga Kabupaten Karo Lawan Kanker Ovarium
Berastagi, Detak Indonesia-Kanker ovarium seringkali dijuluki “silent killer” karena gejalanya yang tidak muncul pada stadium awal namun muncul menjelang stadium akhir. Penyakit ini terletak pada indung telur (ovarium), organ yang berperan penting dalam memproduksi sel telur dan hormon.
Penyebab pasti kanker ovarium seringkali sulit diidentifikasi, namun umumnya didorong oleh perubahan atau mutasi genetik pada sel. Gejala khas yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi terus-menerus, meliputi perut kembung yang terus menerus, cepat kenyang meskipun makan dalam porsi kecil, nyeri panggul, dan perubahan kebiasaan buang air.
Inilah yang di alami oleh Kristina Natalia Br Sidauruk (21) seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Saat ditemui di rumahnya, di Gang Sibayak, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (10/4/2026)
Kristi berbagi pengalamannya sebagai peserta Program JKN yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kristina mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk seluruh proses pengobatan yang dijalaninya melalui tindakan kemoterapi di rumah sakit.
“Saya sudah menjalani kemoterapi. Penyakit ini muncul saat saya masih aktif menjadi mahasiswa di Kota Medan. Jadwal menstruasi saya sering tidak teratur. Awalnya saya fikir ini adalah hal yang biasa karena faktor kelelahan. Namun hal ini berlanjut sampai akhirnya saya merasakan nyeri hebat setiap menstruasi,” ujar Kristi.
Tulis Komentar