Tiap Tahun Miliaran Anggaran Preservasi Jalan Sumbar- Bengkulu Jalan Rusak Terus PPK Terkesan Lepas Tangan Kontraktor PT AMS Kayak Hantu di Lapangan
3. Bleeding (Kegemukan): Permukaan aspal yang meleleh dan licin akibat kelebihan kadar aspal (bitumen) saat pencampuran, yang sangat membahayakan kendaraan saat hujan.
4. Depression (Amblas): Penurunan permukaan jalan vertikal secara lokal, merefleksikan penurunan tanah dasar (subgrade) yang tidak dipadatkan dengan benar.
5. Potholes (Lubang), Edge Cracking (Retak Pinggiran), serta Joint Reflection Cracking yang dibiarkan menganga tanpa ada upaya penambalan (patching) yang standar.
Padahal, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memiliki rasio sumber daya manusia yang sangat mewah, yakni 27 orang per 100 km jalan nasional (Total 382 pegawai pada Laporan Kinerja 2025). Mengapa dengan pengawasan sedemikian ketat, kerusakan fatal ini lolos dari supervisi?
Tiap Tahun Miliaran Rupiah keluar Untuk Preservasi Tanpa Transparansi
Publik patut mempertanyakan ke mana larinya anggaran negara. Catatan Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan Tender menunjukkan angka-angka fantastis yang rawan penyelewengan karena minimnya transparansi eksekusi:
Preservasi Jalan Bts. Prov. Sumbar–Ipuh (E-Katalog 2025 / RUP 58067424): Pagu Rp16.767.881.537 — Nilai Kontrak dan Penyedia Belum Dipublikasikan!

Tulis Komentar