Pekanbaru, Detak Indonesia -- PTPN IV Regional III unit kebun Sei Galuh mengerahkan regu tim pemadam kebakaran guna mengatasi kebakaran lahan yang melanda areal masyarakat di Desa Sungai Putih, Kabupaten Kampar, Riau.
Group Manager Distrik Timur Amrizal Hamdi dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat (28/8/2026) mengatakan sedikitnya 20 personel Damkar berikut peralatan lengkap dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di areal gambut tersebut.
"Tim kami berjumlah 20 orang, lengkap dengan mesin dari peralatan pemadaman berjibaku membantu pemadaman di areal masyarakat," kata dia.
Ia menjelaskan proses pemadaman cukup memakan waktu karena kebakaran yang berlangsung pada 24 Agustus 2026 kemarin terjadi di areal gambut serta cuaca panas ekstrem.
"Alhamdulillah setelah beberapa jam berjibaku, kebakaran berhasil kita kendalikan dan dicegah untuk tidak meluas. Sehingga areal yang terbakar bisa kita tekan hanya seperempat hektare," ujarnya.
Usai proses pemadaman, personel Damkar tetap disiapkan untuk berada di lokasi guna melakukan pendinginan dan pembasahan. Ia mengatakan bahwa tanah dengan kontur gambut kering harus diperlakukan secara khusus karena bara api selalunya masih tersimpan di dalam tanah.
"Alhamdulillah, berkat bantuan masyarakat dan tim, proses pemadaman dan pembasahan berhasil diselesaikan di hari yang sama," jelas Amrizal.
Sebelumnya pada Juli 2026 kemarin, PTPN IV Regional III bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Riau berkolaborasi mewujudkan kerangka Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) desa-desa berareal gambut yang berbatasan langsung dengan areal inti PTPN IV Regional III Kebun Sei Galuh, Kampar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Jim Gafur dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membangun kolaborasi multipihak dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau, khususnya di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Ia pun menyambut baik inisiatif yang dihadirkan PTPN IV Regional III. Menurutnya, penanggulangan bencana karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Karhutla merupakan ancaman bersama. Karena itu, upaya pencegahannya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Kami mengapresiasi PTPN IV Regional III yang tidak hanya fokus mengamankan wilayah operasionalnya, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui peningkatan kapasitas seperti ini," kata Jim. (tim)