Peringati Hari Hutan dan Hari Air Sedunia

SANTAN NU Tanam 10.000 Mangrove Tebar 100.000 Benih Ikan

Di Baca : 1396 Kali

Dumai, Detak Indonesia--Memperingati Hari Hutan sedunia dan Hari Air Sedunia, dengan diawali penanaman secara simbolis oleh Ketua Umum Santri Tani NU dan Forkompinda Provinsi Riau dan Wali Kota bersama Forkompinda Kota Dumai dan undangan lainnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU) menggelar penanaman 10.000 (sepuluh ribu) bibit mangrove dan penebaran 100.000 (seratus ribu) benih ikan di Kota Dumai, Minggu (21/3/2021).

Pada acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS sekaligus Ketua Dewan Pembina DPD SANTAN NU Kota Dumai dan Ketua Umum MUI Riau Prof DR H Ilays Husti MA dan selaku Ketua DPW Santan NU Provinsi Riau, Dewan Pakar SANTAN NU Prof Ashaludin Jalil. 

Kapolda Riau Irjenpol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi, yang diwakili Waka Polres Kota Dumai Ernis Sitinjak, Danrem 031/Wira Bima Brigjend TNI M Syech Ismed SE Mhan, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan MMSMC, diwakili Pas Intel ROQI, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau Stephen Sanjaya, Ketua Dewan Pembina PSMTI Riau Peng Suyoto B Com, Ketum Aliansi Pewarta Pertanian Indonesia (APPI) Alexander Pranoto Ketua DPD APPI Riau Romi, Ketua DPD SANTAN NU Kabupaten Inhu Indra SE. 

Dari unsur DPD SANTAN NU Kota Dumai, Ketua  H Khairul Kamal ST, Ketua Dewan Pakar Dr Rodi Wahyudi SSos MSoc Sc, Ketua Dewan Penasihat H Ery Makmur, Bendahara Hadi Nadif SE, Wakil Sekretaris Oki. 

Ketua umum SANTAN NU T Rusli Ahmad dalam sambutannya mengatakan penananaman Pohon Mangrove berkaitan dengan Hari Hutan Sedunia dan Hari Air Sedunia.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Dumai yang dekat dengan Tepian Pantai rentan terhadap abrasi yang diakibatkan oleh gelombang laut.

Untuk itu ia menganggap penanaman pohon mangrove di Kota Dumai sangat perlu dilakukan.

Provinsi Riau, khususnya Dumai ini daerah tepian pantainya dihantam oleh gelombang-gelombang laut, sehingga pinggir pantainya akan terkikis dan habis. 

Ditambahkan Rusli, kegiatan yang ditaja oleh SANTAN NU itu didukung oleh pemerintah pusat.

“Harapan kami dengan sentuhan ini, Menteri Kehutanan Siti Nurbaya akan berkunjung ke sini (Dumai-red) melihat tepian pantai. Yang kedua, salah satu direktur PUPR, semua Satker dan para pembuat keputusan alhamdulilah mendukung kami," terang Ketum SANTAN NU itu.

Ia berharap dengan adanya dukungan itu, pemerintah Riau Khususnya Pemerintah Kota Dumai dapat menindaklanjutinya untuk kemajuan Provinsi Riau dan Kota Dumai Khususnya.

“Tinggal saja bagaimana Riau dan Dumai ini menjalin kerjasama yang baik untuk melakukan percepatan pembangunan yang ada di Dumai ini," tuturnya.

Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS yang meresmikan pelaksanaan kegiatan penanaman 10.000 (sepuluh ribu) pohon mangrove mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh SANTAN NU menjadi momentum kemajuan untuk Kota Dumai.

"Alhamdulillah di siang hari ini Allah SWT memberi keberkahan kita semua, dan InsyaaALLah momen Hari Hutan Sedunia ini dan Hari Air Sedunia ini menjadi momen terbaik Kota Dumai," jelasnya.

H Paisal pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Ketum SANTAN NU T Rusli Ahmad yang telah menggagas peringatan Hari hutan dan Air Sedunia di Kota Dumai.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesarnya kepada Kyai Rusli yang telah menggagas acara ini, saya melihat, dengan keikhlasan Pak Tengku Rusli cinta dengan Kota Dumai, katanya.

Mantan Kepala RSUD Dumai itu juga menjelaskan bahwa Pemko Dumai memiliki program mengembangkan tambak udang vename. Saat ini, ia menjelaskan bahwa Pemko Dumai telah menyiapkan lahan seluas 2 hektare yang akan digunakan sebagai pilot project pengembangan tambak udang Vename

“Dengan kondisi covid-19 ini kita harus melakukan inovasi bagaimana meningkatkan ketahanan pangan, dengan bantuan Pak Danrem dan Pak Kapolres sudah ada MoU untuk Santri Taninya, dan InsyaaAllah kita siapkan lahan dua hektare, dan dengan bantuan dari Bapak Tengku Rusli, kita kan bersama-sama menghadap ibu Siti Nurbaya, dan ibu menteri siap membantu kita," tutur H Paisal.

Di akhir sambutannya Wali Kota Dumai itu mengajak kepada seluruh muspida dan masyarakat untuk bersama-sama membantu mengembangkan Kota Dumai.

Mewakili Forkompinda Provinsi Riau, Danrem 031/Wirabima Brigjend TNI M Syech Ismed SE Mhan, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang digagas oleh SANTAN NU memperingati Hari Hutan dan Air sedunia sangat luar biasa.

“Artinya dengan kegiatan ini kita ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Riau khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya, bahwa kita di Provinsi Riau atau di Kota Dumai ini sangat peduli dengan kondisi hutan kita, dan kita juga sangat peduli dengan kondisi air kita.

Danrem 031/Wira Bima itu mengatakan momentum peringatan  Hari Hutan Sedunia dengan menanam bibit bakau sangat luar biasa. Dengan adanya hutan bakau ini dapat menahan terjadinya abrasi di pesisir pantai Kota Dumai. 

“Kontribusi kita pada hari ini sangat besar untuk bangsa ini,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Brigjend TNI M Syech Ismed mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga hutan dan air agar bisa diwariskan kepada anak cucu nantinya.

“Saya mewakili Forkompinda Provinsi Riau mengucapkan selamat kepada Pak Rusli Ahmad atas kegiatan hari ini, penanaman 10.000 (sepuluh ribu) bibit pohon mangrove, dan penebaran seratus ribu benih ikan, yang nantinya akan dinikmati oleh anak cucu kita. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Dumai dan seluruh masyarakat Riau, mari bersama sama kita melestarikan hutan dan kita menjaga sumber air yang ada. Untuk kita dan untuk anak cucu kita," tutup Jenderal bintang satu itu.

Dikutip dari Wikipedia, Hari Hutan Sedunia diperingati pertama kali pada tanggal 21 Maret 2013 berdasarkan resolusi PBB pada 28 November 2012. Peringatan ini akan dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 21 Maret untuk saling berbagi mengenai visi misi kehutanan dan kaitannya dengan perubahan iklim di seluruh dunia serta strategi yang harus dilakukan.

Sedangkan Hari Air Sedunia (World Day for Water) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini diumumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.

Selain penanaman bibit magrove dan penebaran benih ikan, rangkaian kegiatan itu, juga memberi bantuan bedah rumah nelayan sebesar Rp15 juta, penyerahan Buku untuk Pustaka Pokdarwis dan PAUD, dan penyerahan bantuan honor guru ngaji di Kampung Nelayan terluar Rp1 juta per bulan selama mengajar. (*/rls)






[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar