China Peringatkan Indonesia dan AS Jangan Bertingkah di Natuna karena Beijing Akan Bertindak
Tapi kemolekan kerajaan Zhang membuat bangsa Eropa tertarik memilikinya. Benar saja pada abad ke-19 Belanda datang dan merebut Natuna.
"Pada awal abad ke-19, pewaris terakhir Zhang Jiexu meninggal, kerajaan hancur, dijajah oleh Belanda, dan kemudian di bawah yurisdiksi Indonesia. Belanda menjajah Kepulauan Melayu dan Kepulauan Natuna secara bersamaan. Untuk memutuskan ikatan budaya dengan China, mereka mengubah nama Anbuna menjadi Natuna, yang merupakan asal dari Kepulauan Natuna," jelas 163.com.
Sejarah kemudian berubah lagi, serangan kekaisaran Jepang kemudian melunturkan penjajahan 350 tahun Belanda akan Nusantara.
Tapi kemolekan kerajaan Zhang membuat bangsa Eropa tertarik memilikinya.
Jepang tak begitu tertarik mengurus Natuna dimana Rikugun dan Kaigun lebih mementingkan pertahanan di Papua Nugini menghadapi Amerika Serikat Serika. Saat penjajahan Jepang itulah kaum nasionalis semakin bernafsu membawa Indonesia merdeka. Hal itu kejadian pada 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka dan otomatis 'mewarisi' semua wilayah bekas jajahan Belanda masuk dalam bingkai NKRI termasuk Natuna.
Sejurus kemudian PBB juga mengakui kemerdekaan Indonesia hingga pada 1982 Jakarta meratifikasi UNCLOS, posisi Natuna semakin kuat karena pengakuan internasional yang berdasarkan konvensi hukum laut itu.
Di sinilah China tak terima karena mereka merasa Natuna sudah diurus, dikembangkan tapi besarnya Indonesia yang memiliki.

Tulis Komentar