F-15 Eagle II Indonesia sangat mengancam unsur militer China di perairan Asia Tenggara

Jual F-15 Eagle II ke Indonesia, China Tuding AS Ingin Memantik Perang di Asia

Di Baca : 3836 Kali
Penjualan pesawat F-15 Eagle II AS ke Indonesia yang dikhawatirkan China. (ist)

"Jangan sampai dunia berada dalam kekacauan, Amerika Serikat adalah raja perang. Penjualan senjata asing adalah konspirasi yang terkait dengan politik dan konspirasi yang berhubungan erat dengan bisnis. Di satu sisi, Amerika Serikat menganggap penjualan militer asing sebagai pengungkit untuk campur tangan dalam politik negara lain dan secara terang-terangan ikut campur dalam urusan luar negeri," jelasnya.

Jika perang terjadi maka AS akan meraup untung dari penjualan senjata mereka. Sehingga Washington terus mendapat untung bila dunia selalu ada perang.

"Di sisi lain, Amerika Serikat menjual senjata atas nama menjaga perdamaian, tetapi diam-diam ingin perang terjadi, dan sering melepaskan teror dan permusuhan di seluruh dunia, membuka jalan bagi pedagang senjata untuk mendapatkan dolar. Dari perang  Afghanistan hingga krisis Suriah, dari konflik Israel-Palestina hingga konflik Rusia-Ukraina, Amerika Serikat berada di balik setiap perang," ungkapnya.

Terpisah, Amerika Serikat menjual pesawat tempur F-15 Eagle II kepada Indonesia, alasannya guna menjaga kepentingan negara adidaya itu di kawasan Asia Tenggara.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik,” ujar DSCA.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar