2023, CPO dan Nikel Turun Performanya
Bahkan Saxo Bank, institusi keuangan terkenal memperkirakan harga emas dunia bisa menyentuh 3.000 dolar AS per toy ons pada 2023. Emas diuntungkan dengan kondisi dunia saat ini yang berada di era inflasi tinggi. Ditambah pada 2023 tren kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral diperkirakan akan tidak seagresif 2022.
Sehingga peluang logam mulia untuk kembali mengkilap terbuka lebar.
Kenaikan suku bunga acuan oleh para bank sentral selama ini menjadi momok menyeramkan bagi emas. Sempat menempati posisi ke 2.000 dolar AS/troy ons pada awal 2022, investor harus mengelus dada tatkala emas jatuh ke level 1.600 dolar AS per troy ons.
Bank sentral yang agresif dalam menaikkan suku bunga membuat emas menjadi tidak menarik karena tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Ini yang membuat emas tidak bersinar selama 2022 meskipun inflasi memanas.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve/The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 425 basis points (bps) sejak Maret hingga Desember dan saat ini berada di posisi 4,25 persen-4,5 persen. Dalam periode tersebut, harga emas sudah ambruk US4105,5 troy ons.
Tulis Komentar