Isu Resesi 2023, Beri Peluang bagi Emas untuk Bersinar

2023, CPO dan Nikel Turun Performanya

Di Baca : 1464 Kali
Ilustrasi

The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Maret. Saat itu, harga emas terkoreksi walau tidak besar. Guncangan kepada harga emas dimulai sejak The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada 16 Juni 2022.
Tren kenaikan suku bunga acuan The Fed tersebut diperkirakan akan melandai pada 2023.

 J P Morgan dalam laporannya mengatakan bahwa dengan asumsi inflasi utama dan inflasi upah mereda, JP Morgan melihat suku bunga AS naik menjadi sekitar 4,5 persen - 5,0 persen pada kuartal pertama 2023 dan berhenti di sana.

"ECB juga diperkirakan akan berhenti di 2,5 persen -3,0 persen pada kuartal pertama. Bank of England mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencapai puncaknya, mengingat inflasi kemungkinan akan terbukti lebih lengket di Inggris. Kami melihat tingkat bunga Inggris puncak 4,0 persen -4,5 persen pada kuartal kedua," ungkap JP Morgan dilansir CNBC Indonesia, Senin (2/1/2023).

Sejalan dengan JP Morgan, Credit Suisse pun memperkirakan tren kenaikan suku bunga acuan oleh para bank sentral dunia akan melandai pada 2023. Sehingga faktor yang selama ini membebani laju kenaikan harga emas berkurang dan emas dunia diharapkan bisa melaju. Lantas saham mana yang berpotensi saat harga emas melaju? (*/di)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar