Aksi Pungli Masih Berlangsung di Pintu Masuk Pemandian Air Panas Kabupaten Karo
Doulu, Detak Indonesia--Kembali terjadi peristiwa yang dinilai dapat mencoreng citra pariwisata Kabupaten Karo, Sumatera Utara, di mata wisatawan pengunjung kawasan Pemandian Air Panas, Desa Semangat Gunung, mengaku mengalami dugaan pengutipan tanpa karcis resmi saat melintas di jalur menuju lokasi wisata tersebut, Rabu, (10/6/2026).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan wisatawan tersebut, kejadian bermula ketika kendaraan yang ditumpanginya melintas di jalan masuk menuju Kawasan Pemandian Air Panas. Saat itu, kendaraan mereka dihentikan oleh dua orang pria yang disebut melakukan pengutipan retribusi kepada para pengunjung.
Menurut pengakuan wisatawan, salah seorang pria tersebut langsung menanyakan jumlah penumpang yang berada di dalam kendaraan. Merasa heran, wisatawan kemudian menanyakan maksud dari pengutipan tersebut.
Pria yang melakukan pengutipan itu disebut menjawab bahwa pengunjung diminta membayar uang masuk kawasan wisata. Namun, wisatawan tersebut mempertanyakan dasar pengutipan karena menurutnya belum ada informasi resmi mengenai pemberlakuan kembali retribusi masuk ke kawasan tersebut.
Wisatawan juga meminta karcis atau bukti pembayaran resmi sebagai syarat pembayaran. Namun, menurut pengakuannya, petugas pengutip tidak dapat menunjukkan karcis maupun kwitansi resmi dan beralasan bahwa mereka terburu-buru sehingga tidak membawanya.
Karena tidak adanya bukti pembayaran resmi, wisatawan tersebut menolak untuk membayar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan membayar retribusi apabila pengutipan dilakukan secara resmi dan disertai karcis yang sah.
Setelah terjadi perdebatan singkat, kedua pria tersebut akhirnya membiarkan kendaraan melanjutkan perjalanan. Namun, wisatawan mengaku sempat menerima ucapan bernada ancaman dari salah seorang pria yang mengatakan, “Ya sudah lah jalan, tapi awas pulangnya kalian.”
Meski demikian, wisatawan tersebut memilih melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata dengan tenang. (stm)
Tulis Komentar