Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNRI Gelar Internasional Visiting Lecturer Topik Global Dynamics dan Tren Ekonomi Syariah
“Ekonomi syariah bukan hanya soal produk-produk keuangan yang sesuai dengan hukum Islam, tetapi lebih jauh lagi adalah tentang menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, lebih inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Prof Ghafar dengan penuh semangat.
Dalam sesi kuliah tersebut, beliau juga menjelaskan bagaimana ekonomi syariah dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu contoh yang diberikan adalah bagaimana sistem keuangan syariah dapat mendukung pembiayaan untuk proyek-proyek yang berkelanjutan, seperti pembangunan infrastruktur hijau, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta usaha-usaha yang mendukung kesejahteraan sosial masyarakat.
“Prinsip ekonomi syariah yang tidak memisahkan antara keuntungan dan dampak sosial serta lingkungan memungkinkan terciptanya model pembangunan yang lebih holistik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa tren ekonomi syariah global semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tidak hanya di negara-negara dengan mayoritas muslim, tetapi juga di negara-negara non-muslim. Sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara mulai melirik dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam sistem perekonomian mereka.
Salah satu contohnya adalah semakin banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan produk-produk syariah, seperti sukuk, yang kini menjadi alternatif pembiayaan global yang sangat menarik bagi investor di seluruh dunia.
Salah satu hal menarik yang disoroti dalam presentasi ini adalah potensi besar ekonomi syariah dalam mengatasi ketidaksetaraan ekonomi. Prof Ghafar menjelaskan bahwa dalam ekonomi syariah, salah satu prinsip utama yang dipegang teguh adalah penghindaran riba (bunga), yang seringkali menjadi akar ketidaksetaraan dalam sistem keuangan konvensional.

Tulis Komentar