Di Sela-Sela Acara Penyambutan Kapolda Riau yang Baru Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum

Wagubri Sebut Devisit Anggaran Masalah Biasa Klasik, Senggol PHR dan Kasus Payung Elektrik

Di Baca : 26641 Kali
Wakil Gubernur Riau Ir SF Haryanto MT diwawancara wartawan di teras depan Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru, Senin (17/3/2025).. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Ir SF Haryanto MT menegaskan bahwa masalah devisit anggaran di APBD Pemprov Riau pada 2025 ini adalah masalah biasa, masalah klasik.

Antara penerimaan dan pengeluaran, penerimaan tidak tercapai. Kenapa tidak tercapai? Pertama, ada rencana pendapatan 2023 sebesar Rp1,6 triliun. Di tahun 2024 didapat sekitar Rp200 miliar. Artinya ada pendapatan yang turun. Turunnya pendapatan berdampak pada belanja. Jadi, itu biasa.

"Kenapa ini turun? informasi dari PHR akan menggalakkan 1 juta barel per hari. Diperuntukkan untuk biaya-biaya operasional yang sangat tinggi. Dengan operasional yang sangat tinggi terjadilah deviden yang digunakan untuk menunjang operasional 1 juta barel per hari," kata SF Haryanto usai acara penyambutan Kapolda Riau yang baru Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum di teras depan Gedung Mapolda Riau, Jalan Pattimura Pekanbaru, Senin pagi (17/3/2025)

Sehingga deviden 2024 diperkirakan Rp1,6 triliun, maka didapat Riau Rp200 miliar. Di sinilah terjadi deltanya, tak perlu dipermasalahkan, deltanya ya itu.

Kedua, dari pusat banyak juga belum mengirim. Menurut SF Haryanto dari dulu dia pernah menyatakan kalau uang ini masuk bisa tertutupi. Tak ada masalah. Tapi masalahnya apa yang direncanakan tidak masuk. Dari pajak kendaraan hanya tercapai 80 persen. Ini pendapat-pendapatan yang kurang.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar