Diduga Sidak Bocor, SPBU Hentikan Aktivitas Langsir BBM Bio Solar
Pangkalan Kerinci, Detak Indonesia--Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar di beberapa di SPBU di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sudah bukan rahasia umum lagi. Silih berganti warga masyarakat melaporkan kepada pihak terkait, namun hasilnya nihil. Begitu juga halnya dengan media yang secara terus menerus memberitakan seakan-akan seperti jalan rusak, buka tutup kemudian buka lagi.
Dari pantauan media yang ditemani beberapa warga masyarakat di SPBU yang ada di Pangkalan Kerinci, setiap hari puluhan truk langsir milik para mafia BBM baik dari Kota Pangkalan Kerinci sendiri maupun dari Kota Pekanbaru, Riau, mengantre di SPBU di malam hari sampai subuh hingga bisa mencapai 100 meter. Saat orang tidur di malam hari, aktivitas SPBU melayani BBM subsidi jenis is bio solar lancar sekali. Bahkan menggunakan jeregen, baby tank, dll.
Padahal BBM jenis Bio Solar untuk kebutuhan warga masyarakat diperkirakan hanya sekitar 16 Kilo Liter (KL), namun pada kenyataan pasokan BBM dari Pertamina melebihi dari kebutuhan yang diperkirakan, bisa mencapai 40 KL perharinya.
"Nah, kelebihan pasokan inilah yang membuat para mafia BBM bergairah untuk menguras BBM subsidi dari setiap SPBU di jalan lintas Timur mulai dari Pangkalankerinci sampai batas Selensen nihil-Jambi," ujar Sabar saat bersama-sama memantau aktivitas di SPBU PT KSO Nomor seri 14.2836109 Jalan Lintas Timur KM 78 Senin, (5/5/2025).
Berbeda saat media yang juga kembali ditemani warga memantau kedatangan pihak Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Satgas BBM Mabes Polri, Selasa (6/5/2025) terlihat hampir seluruh SPBU di Pangkalan Kerinci, menghentikan aktivitas pengisian BBM Jenis Bio Solar padahal stok BBM masih banyak.
Tulis Komentar