KPH Kampar Dendy, KPH Rokan Nafri, Kasat Polhut DLhK Riau Nasri Tak Berdaya

Hutan XIII Koto Kampar dan Rokan IV Koto Terus Dibabat, Kayu Log Diangkut di Kegelapan Malam

Di Baca : 16213 Kali
Kayu log dan kayu gergajian keluar terus dari Simpangbalak Pangkalan Sumbar kayunya dari Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar Riau. Di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhulu Riau lebih banyak keluar kayu gergajian semua diangkut di malam hari. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Truk yang sudah sarat muatan kayu log itu menurut warga tempatan konvoi di tengah malam dan dikawal oknum tertentu menuju ke arah PLTA Koto Panjang, terus ke arah Bangkinang.

Di kawasan Simpangbalak Pangkalan Sumbar masuk ke dalam sudah terbuka hutan dan telah ditanami sawit. Saat ini nampak bebukitan sudah ditraktor dibuat teras-teras/teres untuk ditanami sawit. Dari jalan tanah di dalam hutan ini nampak barusan dibuka traktor hutannya sementara kayu log dan kayu cerocok bangunan sedang dikumpulkan untuk diangkut truk.

Di kawasan dekat Candi Muara Takus menuju Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar kayu gergajian diangkut dengan mobil-mobil kecil bak terbuka. Di dalam hutan kayu log yang sudah ditumbang di-chainsaw langsung jadi lembaran kayu gergajian. Oknum baju hijau tak terlalu berani main kayu log di Desa Koto Tuo menuju Desa Tanjung sampai ke Desa Gunung Malelo, Desa Bandur Picak XIII Koto Kampar, dan Desa Pendalian, Cipangkiri, Cipangkanan, Tibawan oleh oknum di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhulu Riau. Pembeli kayu itu groupnya 3 orang. Pemain lain ada namanya Putra, Wandi, Lubis dan masih banyak lagi. Kadang orang lain jual nama.  Karena namanya sudah populer di Cipangkiri siapa mau main kayu kalau tak tunduk sama dia akan disikatnya. Jenis kayu campuran. Deforestasi hutan dan okupasi hutan untuk budidaya sawit berlangsung secara besar-besaran oleh pemodal kuat di belakangnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar