Kayu Gergajian Kerumutan dan Teluk Meranti Melintas di Pelalawan, Warga Tercengang
"APH sudah harus bertindak, jangan sampai kejadian di TNTN terulang di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Betapa ruginya negara ini akibat perambahan hutan oleh oknum yang hanya mementingkan kepentingan sesaat," ungkapnya saat ditemui di Pekanbaru, Jumat (20/6/2025).
Masih kata Ia lagi, hutan masih dibutuhkan dalam mengantisipasi bencana yang mulai melanda setiap daerah. Apalagi bencana banjir sungguh sangat merugikan bagi warga masyarakat Riau.
"Bukan hanya bencana yang kita dapatkan tapi kerugian lainnya seperti hilangnya pendapatan negara bukan pajak sangat besar yang dapat bermanfaat buat warga, akhirnya dinikmati oknum-oknum tersebut," jelasnya.
Berdasarkan pantauan warga dan investigasi media, truk-truk pengangkut kayu olahan sering melintas bebas terutama di malam hari. Sejumlah rute yang sering dilalui adalah jalur lintas Desa Pelalawan, Pangkalan Kerinci, hingga ke perbatasan daerah lain.
"Mereka sering melintas pada malam hari. Mungkin menghindari tindakan dari aparat hukum," ujar warga Pangkalan Kerinci yang enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi media.
Tulis Komentar