Puluhan Truk Lancar-lancar Saja Angkut TBS Sawit dari Kawasan TNTN

Walau Ditertibkan Satgas PKH, Buah Sawit dari TNTN Masih Lancar Diangkut Keluar

Di Baca : 30061 Kali
Buah sawit dari dalam kawasan HPT, HP, HPK Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Airhitam, Desa Lubuk Kembang Bungo, Desa Bukit Kesuma, Desa Toro Jaya, Desa Gondai, masih lancar diangkut keluar puluhan truk Colt Diesel setiap harinya ditampung oleh sejumlah peron dan pabrik kelapa sawit (PKS), Minggu dan Senin (29-30 Juni 2025). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Di dalam TNTN ada disebutkan lebih kurang 1.000 hektare kebun akasia perusahaan yang sudah besar-besar batangnya, tapi takut ditebang pohon kayu akasia HTInya karena terlanjur ditanam di dalam kawasan TNTN. Kayu alamnya sudah berganti jadi kayu akasia. Sebagian hutan akasia inilah ditebang warga lalu ditanam sawit oleh warga, tapi dalam kawasan TNTN.

Ada juga kebun sawit 380 hektare usia 15 tahun milik mantan Bupati Pelalawan di Desa Air Hitam di dalam konsesi perusahaan besar kelapa sawit dibatasi dibangun parit gajah besar. Entah bagaimana cerita awalnya kenapa kebun sawit mantan bupati itu bisa berada di dalam parit gajah perusahaan sawit terkenal itu. Sehingga terlindungi dari gangguan pencuri buah sawit atau ninja sawit. Sehingga masyarakat tak bisa masuk. Setelah dicek masuk kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Tesso Nilo. Hampir semua kawasan HPT, HP, HPK Tesso Nilo sudah berganti ditanami sawit oleh sejumlah cukong-cukong kaya, dan sebagainya. Buah sawit ya ditampung oleh peron yang ada di sekitar Desa Lubuk Kembang Bungo, Desa Air Hitam, Desa Bukit Kesuma, Desa Gondai, dan sebagainya.

Pejabat tinggi di salah satu Kantor Desa yang minta namanya jangan ditulis menyebutkan bahwa pemilik peron penampung buah sawit dari kawasan TNTN ini ada nama inisial Marb, Marp, dan Munt. Mereka ini pemilik peron besar. Ada juga Ed. Ada juga TS. Petinggi Desa di TNTN ini menyebutkan ada sekitar 60 orang Satgas PKH katanya masih berada di TNTN. Namun buah sawit dari dalam kawasan TNTN kenapa masih lancar diangkut keluar oleh puluhan truk ditampung sejumlah peron di kawasan itu. Ada juga yang dibawa keluar jalan koridor milik pabrik kertas di Pangkalankerinci Pelalawan Riau.

Hutan alam di sempadan sungai sudah gundul akibat deforestasi. (azf)

Tim investigasi keliling masuk dari Simpangkoran jalan koridor PT RAPP, terus ke Desa Gunung Sari, Basrah, Tasik Indah, Segati, Rantau Kasih, Mentulik, Kamparkiri Hilir, Langgam, penyeberangan ponton Langgam RAPP, masuk Pangkalankerinci Pelalawan. Sepanjang perjalanan jalan koridor PT RAPP lebar 12 meter itu ketemu kebun sawit di balik hamparan tanaman HTI eucaliptus yang disembunyikan di depan ditanami pohon aren, tapi di belakangnya tersembunyi ratusan bahkan ribuan hektare hamparan kebun sawit. Di pintu seng pintu masuk kebun sawit itu disemprot cat warna merah tulisan "AWAS VIRAL".

Kebun-kebun sawit tersembunyi di balik lokasi HTI di kawasan koridor PT RAPP Riau, Senin (29/6/2025). (azf)

Kebun-kebun sawit para cukong besar ini ada pondok tempat berteduh. Kebun sawit ini belum ditindak Tim Satgas PKH. Jalan koridor gajah di dalam HTI perusahaan dipasang tanda lintasan gajah. Tapi hutan alamnya di kiri-kanan jalan koridor gajah ini sudah gundul. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar