suplai beras, minyak goreng, hingga gas elpiji nyaris berhenti

PTPN IV Dirikan Dapur Umum di Indra Makmu, Warga Terisolasi Banjir Terima Pasokan Makanan

Di Baca : 1897 Kali
Di tengah situasi itu, dua dapur umum yang didirikan PTPN IV di Afdeling I dan Afdeling II menjadi tumpuan ratusan warga. Setiap hari, petugas perusahaan bersama warga memasak dan menyalurkan makanan hangat ke pengungsi dan warga yang masih bertahan di rumah yang dikepung air. (Dok Humas PTPN IV Regional III)
 

Distribusi Bantuan Terhambat Stok Pasar

Selain dapur umum, PTPN IV juga mengirimkan bantuan sembako ke Blang Nisam, Jambo Bale, Pelita, Seuneubok Bayu, SKM, dan sejumlah desa di Langkahan. Namun, distribusi tidak mudah dilakukan. Menurunnya stok bahan pokok di pasar membuat paket bantuan hanya mampu memenuhi kebutuhan jangka pendek.

“Stok bahan pokok di pasar mulai habis dan akses transportasi terputus di banyak titik. Namun penyaluran tidak boleh berhenti,” ujar Region Head Regional VI PTPN IV, Yudi Cahyadi. Menurut dia, tim harus mencari jalur alternatif dan menyesuaikan distribusi dengan kondisi riil di lapangan.

Pemetaan wilayah prioritas pun terus dilakukan, terutama desa-desa yang masih terisolasi dan belum tersentuh bantuan dari pihak lain. Kecamatan Langkahan menjadi salah satu fokus karena suplai bahan pokok di kawasan itu semakin menipis.

Ketergantungan Bantuan Darurat

Di banyak titik banjir, warga tidak hanya kehilangan rumah dan perabotan, tetapi juga ladang, ternak, dan persediaan pangan. Kondisi ini membuat masyarakat sangat bergantung pada bantuan cepat hingga jalur logistik benar-benar pulih.

PTPN IV menyebut bahwa dapur umum akan dioperasikan sepanjang akses memasok bahan pangan belum stabil.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar