perguruan tinggi di Sumut untuk tidak sekadar menjadi penonton dari tragedi ini

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Hadirkan Mahasiswa sebagai Relawan Penjaga Pemulihan Psikologis Anak-anak

Di Baca : 3377 Kali
Ganda M Sihite-Sekretaris DPC PA GMNI Humbahas Sumut. (ist)
 

Karena itu, DPC PA GMNI Humbahas mengajak seluruh perguruan tinggi di Sumatera Utara untuk tidak sekadar menjadi penonton dari tragedi ini. Kampus memiliki potensi moral dan intelektual yang tidak dapat digantikan oleh birokrasi pusat. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu—psikologi, kesehatan masyarakat, pendidikan, ilmu sosial, hingga bidang keagamaan—punya kapasitas untuk hadir di ruang-ruang yang tidak digapai struktur kekuasaan.

Mahasiswa bisa mendampingi anak-anak, mendengarkan cerita mereka, membantu mereka menata ulang rasa aman, dan menyediakan aktivitas yang memperkuat pemulihan emosional. Kehadiran mahasiswa, tanpa atribut kekuasaan dan tanpa kebutuhan menjadi sorotan kamera, justru memberi ruang bagi korban untuk benar-benar merasa didengarkan.

Ganda M Sihite-Sekretaris DPC PA GMNI Humbahas dalam pernyataannya menyampaikan ajakan moral.

“Bencana di Sumut kembali memperlihatkan kecenderungan lama: negara hadir dengan seremoni, tetapi tidak dengan kedalaman. Anak-anak tidak membutuhkan kunjungan singkat pejabat yang datang dengan rombongan media dan pulang dengan narasi keberhasilan. Mereka membutuhkan pendampingan yang menyentuh inti kemanusiaan mereka,” jelasnya.

Ganda menambahkan, "Kampus di Sumut tidak boleh menunggu aba-aba dari pusat. Kita terlalu sering melihat bantuan logistik datang tanpa strategi pemulihan psikososial. Kita butuh energi mahasiswa—yang hadir tanpa pretensi, tanpa protokol, tanpa agenda politik—untuk mengisi ruang kosong itu. Di titik paling sunyi dari bencana, justru kampus harus hadir.”







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar