meski badai tantangan datang menghantam

Malam Tanpa Tidur: Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri

Di Baca : 2317 Kali
Salah satu unit turbin yang beroperasi di fasilitas pembangkit listrik, Minas, Riau. Fasilitas ini berfungsi sebagai penunjang utama kebutuhan energi untuk kegiatan operasi PHR di WK Rokan. (Dok. Humas PHR)


"Tidak ada yang tidur. Tim di lapangan bekerja dalam shift ketat 24 jam. Kami berjibaku dengan katup, panel kontrol, dan koordinasi tanpa henti. Fokus kami cuma satu: Jangan sampai operasi negara ini berhenti," ungkap salah satu operator dengan nada heroik, di fasilitas pembangkit listrik Minas.

Menyelamatkan Tulang Punggung Negara

Dengan pasokan daya yang terbatas akibat kurangnya gas, PHR dihadapkan pada pilihan sulit. Energi yang tersedia tidak lagi cukup untuk menghidupkan seluruh operasi secara serentak.

Menggunakan data engineering yang presisi, PHR menerapkan strategi prioritas (Pareto). Strategi ini difokuskan untuk menyelamatkan area yang kritikal agar minyak tidak membeku (congeal) di Stasiun Pengumpul maupun di Jaringan Pipa. Secara bersamaan, tim juga berupaya menghidupkan sumur-sumur dengan produktivitas tinggi, dengan mengacu pada sistem pengurangan beban otomatis (load shedding) yang dimiliki oleh PHR. Sisanya, dengan berat hati harus dihentikan hingga kondisi normal kembali, demi menjaga kestabilan jaringan. Strategi ini terbukti efektif: mayoritas produksi berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi defisit energi.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa ketangguhan yang ditunjukkan oleh pekerja PHR di lapangan bentuk pertahanan terbaik demi menjaga ketahanan energi nasional.

"Di tengah situasi akibat gangguan pada pihak ketiga seperti ini, saya melihat semangat juang yang luar biasa. Tim kami tidak menyerah pada keadaan. Manuver teknis dan strategi prioritas yang mereka lakukan berhasil meminimalkan dampak kehilangan produksi secara signifikan. Jika tidak ada aksi cepat tanggap dan mitigasi yang militan ini, dampak yang ditimbulkan bisa jauh lebih fatal," tegas Arifin, Minggu (25/1/2026).

Bangkit Lebih Kuat

Kini, kerja keras dan malam-malam tanpa tidur itu mulai membuahkan hasil. Seiring dengan upaya perbaikan pipa gas oleh pihak terkait, PHR langsung melakukan ramp-up atau kenaikan produksi secara agresif. Namun langkah ini dilakukan dengan penuh perhitungan dan terukur, demi menjaga kestabilan sistem saat operasi dipulihkan kembali.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar