Malam Tanpa Tidur: Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
Grafik operasional kini mulai merangkak naik, meskipun proses pemulihan ini masih diwarnai dinamika fluktuasi tekanan dari pipa penyalur. Namun, berkat ketangguhan tim IMT dan operasi PHR, stabilitas produksi berhasil dijaga dan operasional terus berjalan mendekati level normal. Sumur-sumur dan mesin pembangkit yang sempat tertidur kini sebagian besar telah hidup kembali, seiring pulihnya "denyut nadi" energi di Blok Rokan.
"Ini bukan tentang menyalahkan keadaan, tapi tentang seberapa tangguh kita bangkit dari krisis. PHR telah membuktikan bahwa sistem kami, dan yang terpenting, orang-orang kami, memiliki resiliensi kelas dunia untuk menjaga kedaulatan energi nasional," pungkas Arifin.
Kisah dari Riau ini adalah pengingat bahwa di balik kelancaran pasokan energi negeri ini, ada keringat dan dedikasi para pekerja yang tetap tegak berdiri menjaga nyala api produksi, siang dan malam, meski badai tantangan datang menghantam.
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Tulis Komentar