Diduga Melenceng dari Ketentuan

Operasional SPAM di Humbang Hasundutan Sumut Dipertanyakan

Di Baca : 474 Kali
Kantor UPT SPAM Humbang Hasundutan berlokasi di Dolok Sanggul. (Nes)
 

Hal ini sudah menjadi rutinitas dialami masyarakat Parlilitan dan sekitarnya, yang semakin lama semakin menjadi-jadi.

"Mirisnya, walaupun keran air dibuka pada jam giliran, namun durasi dan kapasitas debitnya semakin mengecil dari waktu ke waktu," ungkap Sihite, warga Pasar Parlilitan kepada Detak Indonesia, saat berkunjung ke sana akhir Maret 2016 lalu.

Sementara itu salah seorang warga lainnya yang tidak bersedia ditulis identitasnya mengungkapkan, akibat praktik giliran hidup mati tersebut, diduga jadi peluang "main mata", dengan petugas saat warga membutuhkan air minum.

Lazim disebut, saat masyarakat ingin mengadakan hajatan pesta tentu harus membutuhkan volome air bersih banyak. Untuk itu warga  harus melapor kepada petugas untuk dapat menghidupkan keran di wilayah yang dimintakan.

"Jika ditelisik lebih jauh, praktik tersebut diduga jadi peluang untuk melakukan pungutan liar," ungkap warga ini kecewa.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar