Demo Mahasiswa-Warga Dimana-mana, Pemerintahan Prabowo Hadapi PR Ekonomi yang Cukup Berat !
Ekonomi Indonesia 2026, Stabilitas Makro dan Daya Beli Masyarakat
Memasuki 2026, perekonomian Indonesia menghadapi dinamika ganda, di mana target akselerasi pertumbuhan berjalan beriringan dengan tantangan volatilitas harga yang dirasakan rumah tangga.
Memasuki 2026, perekonomian Indonesia menghadapi dinamika ganda, di mana target akselerasi pertumbuhan berjalan beriringan dengan tantangan volatilitas harga yang dirasakan rumah tangga.
Inflasi Pangan dan Kerentanan Konsumsi
Pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran 5 persen pada akhir 2025 belum sepenuhnya meredam tekanan kenaikan harga komoditas pangan, yang menjadi isu utama dan perlu diwaspadai.
Faktor penyebabnya tidak hanya permintaan musiman, tetapi juga masalah distribusi dan perubahan iklim yang berpotensi menurunkan pasokan. Di tengah kondisi curah hujan yang tinggi, risiko gangguan terhadap stok, distribusi, dan stabilitas harga komoditas pangan meningkat, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga di pasar domestik, khususnya pada kuartal pertama 2026.
Dampak tekanan harga ini turut terasa pada kelompok berpendapatan tetap dan kelas menengah, yang memiliki ruang penyesuaian anggaran relatif terbatas. Sementara itu, bagi kelompok berpendapatan rendah, porsi pengeluaran untuk pangan dapat mencapai sekitar 65 persen dari total pendapatan. Kenaikan harga pangan yang relatif kecil sekalipun berpotensi memaksa pengurangan konsumsi barang non-pangan, yang pada akhirnya dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga menjelang 2026. Target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4 persen dinilai masih dapat ditopang oleh kerangka kebijakan makro yang ada.
Tulis Komentar