Loading...
PROGRAM PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT

KUD Makmur Lestari Tanam Perdana Kelapa Sawit Unggul

Di Baca : 803 Kali
Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Pusat, Rusman Heryawan bersama petani KUD Makmur Lestari, Deputi Menko Perekonomian Bidang Tanaman Musdalifah Mahmud, Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau Ir Ferry HC, Kadisbun Kampar Bustan, CEO Sinarmas Fransiscus, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, rekanan replanting kelapa sawit PT BOS Alexander Pranoto, foto bersama usai penanaman perdana bibit sawit unggul di KUD Makmur Lestari Desa Kenantan Kecamatan Tapung Kampar, Riau, Rabu (2/10/2019). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Tapung, Detak Indonesia--Penanaman perdana bibit kelapa sawit unggul KUD Makmur Lestari di Desa Kenantan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau dimulai Rabu (2/10/2019).  

Hadir Deputi Menko Perekonomian Bidang Tanaman Musdalifah Mahmud, Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Pusat, Rusman Heryawan, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, CEO Sinarmas
Fransiscus, Kadisbun Kampar Bustan, pimpinan PT Buana Orbit Sejahtera (PT BOS) selaku rekanan replanting kelapa sawit Alexander Pranoto, Antoni, Joni, dan undangan lainnya.

CEO Sinarmas Fransiscus dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu meluangkan waktu menghadiri penanaman perdana sawit ini. Sinarmas memiliki komitmen program peremajaan kelapa sawit yang berkelanjutan. 

Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Pusat, Rusman Heryawan (pegang topi) bersama petani memulai penanaman perdana kelapa sawit KUD Makmur Lestari

Menurut Fransiscus, kelapa sawit yang sudah tua dilakukan peremajaan didukung bibit sawit yang baik tanpa membuka lahan baru. Sebagai kesempatan juga mendapat sertifikat ISPO. Mengajak petani plasma dan mitra untuk tidak ragu-ragu melaksanakan program peremajaan sawit ini. Didukung oleh Sinarmas melalui program dana BPDPKS penanaman sesuai strandar agronomi, agar program TBS berkualitas. 

"Melalui program ini Sinarmas menerapkan program penanaman berkelanjutan dan bertanggung jawab. Ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani plasma, meningkatkan kesejahteraan petani tanpa membuka lahan baru," ujar Fransiscus.

Sementara pejabat Pengawas Dana BPDPKS Pusat, Rusman Heryawan dalam sambutannya menjelaskan kegiatan penanaman ini sebagai semangat baru untung bersama, jalan bersama inilah makna strategis.

"Ini momentum telah dimulai sejak 2016 dulu prioritas untuk petani swadaya. Lama-lama petani swadaya habis, Presiden Jokowi heran. Tahun 2019 ada 44.000 ha target penanaman. Kelihatan tiga tahun terakhir lamban program replanting ini. Riau lebih luas lahannya dan ini menjadi tantangan. Dana BPDPKS untuk Riau Rp200,27 miliar. Kampar jatahnya Rp50,25 muliar, cukup besar dan ini menjadi tantangan Bupati Kampar untuk mensukseskan program peremajaan ini," kata Rusman.

"Tujuan peremajaan ini antara lain agar produktivitas kebun kelapa sawit lebih 10 ton sawit per hektare per tahun. Kesejahteraan petani meningkat," tambah Pengawas Dana BPDPKS Rusman Heryawan.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Tanaman Musdalifah Mahmud dalam sambutannya menjelaskan pula bahwa petani kelapa sawit dengan program peremajaan ini diharapkan masa depannya sejahtera. Petani sawit adalah pahlawan devisa. Dulu migas sebagai penyumbang terbesar bagi devisa negara Indonesia. Tapi kini adalah sektor perkebunan kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar devisa negara, bukan migas lagi. Makanya pihak luar negeri sangat khawatir bila Indonesia menjadi negara ekspor terbesar di dunia di bidang perkebunan kelapa sawit, minyak sawit. Sekarang Indonesia memang negara terluas di dunia perkebunan sawitnya.

Sementara Bupati Kampar Riau, Catur Sugeng Susanto dalam sambutannya menjelaskan program dana BPDPKS ini sangat membantu petani dan petani sangat membutuhkan dana peremajaan sawit ini.

Para petani cukup antusias dan petani menatap kehidupan masa depan. Bupati meminta Kadisbun Kampar agar memetakan perkebunan sawit rakyat yang belum diremajakan dan akan diremajakan. Karena tanaman sawit yang lama sudah usia tua.

"Dulu jalan tanah, rumah petani dari kayu. Sekarang jalan di kebun diaspal, rumah petani pakai konstruksi beton, petani mulai pakai mobil Fortuner, Pajero dan lain-lain pertanda petani kebun sawit ini sejahtera," kata Bupati Kampar Riau, Catur Sugeng Susanto.

Jajaran pimpinan rekanan replanting kelapa sawit PT Buana Orbit Sejahtera (PT BOS) Alexander Pranoto (tengah), Antoni (kanan), Joni (kiri)

Untuk diketahui KUD Makmur Lestari bermitra dengan PT Ramajaya Pramukti sebagai rekanan bapak angkat  KUD Makmur Lestari dan rekanan kontraktor replanting PT Buana Orbit Sejahtera (PT BOS) pimpinan Alexander Pranoto, Antoni, dan Joni. Peremajaan tanaman sawit tahap pertama ini seluas 322 hektare. Rencananya tahap II 582 hektare lagi saat ini sedang penjanjian tiga pihak.(azf)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar