Hujan Abu Marapi, Pemkab Agam Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Erupsi Gunung Marapi Sumbar, Lima Korban Meninggal Berhasil Dievakuasi

Di Baca : 3472 Kali
Proses evakuasi pendaki meninggal dunia yang dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (5/12/2023). Tim gabungan terdiri dari unsur BASARNAS dan BPBD. Hingga Selasa (5/12/2023), terdapat lima korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. (Foto/Dok: Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi)
 

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification atau Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Sementara 18 orang lainnya masih dalam pencarian dan pertolongan.

"Yang sudah berhasil teridentifikasi 5 orang. Semuanya sudah diserahkan kepada keluarga. Untuk 18 pendaki yang belum turun, ini tetap kita upayakan terus untuk pencarian, sambil kita juga terus melihat kondisi di lapangan," jelas Bambang.

Hingga Selasa (5/12/2023), personel yang bergabung dalam tim gabungan berjumlah kurang lebih 300 orang yang terdiri dari unsur BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Agam, BPBD Kabupaten Tanah Datar, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, BPBD Kota Padang Panjang, BPBD Kota Bukittinggi, BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, BPBD Kota Sawahlunto, Basarnas, TNI/Polri, PMI, Tagana, relawan masyarakat, dan mahasiswa penggiat alam atau mapala di Sumatra Barat. Para personel bergabung untuk melakukan upaya operasi pencarian dan pertolongan, pendampingan warga, dan pemantauan aktivitas Gunung Api Marapi.

Hingga Selasa (5/12/2023), Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 mdpl ini masih mengalami erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terakhir terekam di seismograf pada Selasa (5/12/2023), pukul 06.24 WIB, dengan amplitudo maksimum 25.2 mm dan durasi 80 detik. (*/rls BNPB)

 







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar