Hujan Abu Marapi, Pemkab Agam Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Erupsi Gunung Marapi Sumbar, Lima Korban Meninggal Berhasil Dievakuasi

Di Baca : 3470 Kali
Proses evakuasi pendaki meninggal dunia yang dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (5/12/2023). Tim gabungan terdiri dari unsur BASARNAS dan BPBD. Hingga Selasa (5/12/2023), terdapat lima korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. (Foto/Dok: Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi)
 

Pemkab Agam didukung Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga telah mengaktifkan dan menyiagakan pusat kesehatan apabila ada warga yang kesehatannya terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Marapi. Pusat kesehatan tersebut disiagakan pada puskesmas-puskesmas sekitar dan satu pusat kesehatan yang berdekatan dengan Pos Komando (posko) penanganan darurat Erupsi Gunung Marapi. Posko ini berada di Kantor Walinagari Batupalano, Kecamatan Sungai Pua.

Selain itu, mengingat level aktivitas vulkanik Gunung Api Marapi yang masih berada pada level II atau waspada, warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak kawah.

"Warga yang mengungsi sampai saat ini alhamdulillah masih nihil. Namun, Pemerintah Kabuten Agam telah mengaktifkan dan menyiagakan pusat kesehatan di puskesmas-puskesmas dan satu yang berdekatan dengan posko penanganan darurat di Kantor Walinagari Batupalano selama 24 jam," tambah Bambang.

Upaya Pencarian dan Pertolongan Masih Berlangsung

Dari 75 pendaki terdampak, 40 di antaranya sudah berhasil turun dan kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 12 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan intensif di RSUD dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar