Tiga Toko Sepatu Bata Tutup di Kota Pekanbaru
Industri Alas Kaki Melemah
Sementara Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie menanggapi kemelut tutupnya pabrik sepatu Bata yang diikuti dengan tutupnya ratusan toko sepatu Bata di Indonesia, mengatakan, sejumlah merek sepatu untuk segmen menengah ke bawah sedang mengalami penurunan penjualan pada Idul Fitri 2024 kemarin. Meski demikian, menurut Firman, bisnis sepatu Bata masih akan terus berjalan khususnya untuk bidang ritel.
"Selain produksi di Purwakarta, Bata juga masih memiliki skema bisnis berupa order maklun (pemesanan sepatu ke pabrik lain) untuk brand mereka,” kata Firman sebagaimana dikutip Kompas.com.
Firman mengatakan, tutupnya pabrik sepatu Bata lantaran kerugian dari penurunan pesanan pada Ramadan lalu dengan biaya yang tidak seimbang dengan pemasukan perusahaan. Ia mengatakan, penurunan pesanan terjadi lantaran naiknya inflasi sehingga banyak kebutuhan pokok masyarakat, seperti pangan, yang naik drastis. Karenanya, kata dia, masyarakat masih lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokoknya.
“Di 2024 ini juga ramai tantangan, mulai dari inflasi pangan, dan lainnya. Beberapa brand padaIdul Fitri kemarin untuk segmen menengah dan menengah ke bawah mengalami penurunan dibanding untuk periode yang sama di 2023. Yang pasti, ini juga berpengaruh pada produsen alas kaki," ucap dia.
Musnahkan Sepatu Impor Bekas
Menteri Perdagangan RI (Mendag) Zulkifli Hasan awal 2023 lalu melakukan pemusnahan terhadap ratusan sepatu impor bekas seludupan yang diamankan dari gudang dekat Kampus Unri Panam Pekanbaru.

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan.
Tulis Komentar