Menyedihkan, 150 Pengungsi Rohingya Mandi dan Cuci dengan Air Keruh di Pekanbaru
Hingga mereka diusir ditertibkan dipindahkan ke lokasi baru ini masih bersyukur sudah diurus sama IOM lembaga internasional yang mengurusi pengungsi.
"Sekarang kami sudah agak bisa tenang di perkemahan baru ini, makan minum sudah diurusi oleh IOM," jelas Sayedullah kepada sejumlah wartawan.
Seperti diberitakan media sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyatakan sekitar 191 orang etnis Rohingya yang berkeliaran di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) daerah setempat datang secara ilegal dari Nangroe Aceh Darussalam.
"Kedatangan mereka tanpa koordinasi dengan Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN). Sedangkan yang terkoordinasi PPLN dari Aceh hingga Pekanbaru sebanyak 119 orang," jelas Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Drs H Syoffaizal, Selasa lalu.


Air keruh untuk mencuci dan tungku masak pengungsi Rohingya di Pekanbaru dibuat dari tanah liat galian sumur.
Tulis Komentar