Menyedihkan, 150 Pengungsi Rohingya Mandi dan Cuci dengan Air Keruh di Pekanbaru
Kemah ini dibangun dengan konstruksi kayu dan bambu Betung, ada yang pakai panggung dan ada yang langsung di tanah. Sementara ada anak-anak mereka ada yang tidur di tikar di atas tanah. Atap dari tenda plastik dan untuk mengurangi panas atap maka ditimpa atapnya dengan daun dan semak belukar di sekitar lokasi kemah.
Kepada wartawan, Sayedullah mengatakan dua pekan ini mereka baru pindah ke lokasi baru ini dekat tahanan detensi Imigrasi Pekanbaru di belakang Purna MTQ Pekanbaru. Dua pekan ini mereka baru dikasih makan oleh IOM dari lembaga internasional yang mengurusi pengungsi.
Dari negerinya di Burma Rohingya sana mereka melarikan ini naik kapal karena gejolak di negara tersebut. Menurut keterangannya pemerintahannya Buddha, dan warga Rohingya ini dominan muslim. Sampai di Aceh mereka lanjut ke Riau melalui jalan darat naik bus.
Di lokasi kemah baru ini mereka membangun perkemahan secara mandiri untuk kaum lelaki posisi berada di depan dan wanita di belakang. Sayedullah menilai orang Pekanbaru baik-baik saat mereka buat kemah di pinggir jalan di belakang Purna MTQ Pekanbaru, ada saja warga Pekanbaru yang mengantarkan makanan dan minuman.


Pengungsi Rohingya, Sayedullah diwawancara wartawan.
Tulis Komentar