Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Mata Irjen Pol M Iqbal :

Boleh Perang Intelektual, Tapi Jangan Sampai Menjelek-jelekkan

Di Baca : 1735 Kali
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto (kanan) saat usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Hijau Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru, Selasa pagi (1/10/2024). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Menurutnya, Pancasila itu ingin warga negara Indonesia melakukan kerja-kerja, kehidupan-kehidupan dinamika kehidupan sehari-hari, norma-norma yang diatur dalam ibadah, agama masing-masing. Ajaran agama manapun tidak menginginkan hal-hal yang negatif. Contohnya akhlak harus bagus, santun, dan tidak ada perpecahan, tidak menyakiti seperti agama Islam membawa Rahmat bagi alam semesta Rahmatanlilalamiin. Jadi bukan hanya membawa Rahmat bagi manusia tetapi juga bagi alam kita harus juga merawatnya. Makanya luar biasa.

Kemudian Persatuan Indonesia, di tengah-tengah era demokrasi di tengah-tengah kontestasi Pilkada serentak, Kepolisian RI menggaungkan itu. Walaupun lagi berkontestasi, katakanlah bertanding berkompetisi tapi ingat bahwa variabel pertama adalah Persatuan dan Kesatuan Bangsa, berbeda-beda mari kita satu, satu warga Negara Indonesia. Sesama insan manusia kita bersaudara.

"Boleh melakukan tanding dengan menyampaikan visi dan misi, intelectual war (perang intelektual) tapi jangan sampai menjelek-jelekkan, hoax,  apalagi melakukan kekerasan. Dan ini makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sangat luar biasa. Kepolisian Negara Republik Indonesia memegang teguh itu menjadikan Pancasila sebagai dasar, bahwa Tri Brata, dan Catur Prasetya tentunya sinarnya adalah Pancasila," tutup Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar