Giliran Warga Desa Teluk Mega Riau yang Mendapat Sosialisasi Program MBG
Perwakilan BGN, Ari Yulianto menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya menargetkan peserta didik dari PAUD hingga SMA dan pondok pesantren, tetapi juga ibu hamil, menyusui, dan balita.
“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi gizi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Satu dapur MBG mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja, termasuk juru masak, supir, dan pengelola logistik,” jelas Ari Yulianto.
Dengan alokasi anggaran Rp15.000 per anak per hari Rp10.000 untuk makanan dan Rp5.000 untuk operasional, program MBG menargetkan hingga 17 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada tahun 2025.
“Saat ini telah tersedia 1.542 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui APBN, dan sisanya didorong melalui skema kemitraan masyarakat dan dunia usaha,” ungkap Ari.
Merespon sosialisasi program MBG, Tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanah Putih Weni Indriani turut memberikan apresiasi terhadap program yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat setempat dapat berkontribusi melalui penyediaan bahan pangan lokal seperti ayam, ikan, dan sayur mayur, yang kemudian disalurkan ke dapur MBG.
Tulis Komentar