PTPN IV Regional III Ajak Pemerintah dan Asosiasi Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Pria berkacamata itu menjelaskan, keberhasilan PSR tak lepas dari three layer strategy yang diterapkan perusahaan. Dimulai dari Pola Manajemen Tunggal (Single Management), padat karya atau cash for works, dan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat.
Untuk pola single management, ia menjelaskan petani tetap menjadi pemilik lahan, namun seluruh proses pengelolaan-dari teknis, agronomis hingga manajerial-diintegrasikan secara profesional oleh manajemen PTPN.
Dampaknya, produktivitas petani meningkat drastis dibandingkan dengan yang tidak menerapkan pola yang sama. Begitu juga pendapatan petani mitra yang saat ini tercatat mencapai rata-rata Rp12 juta per bulan per kavling.
Kebijakan ini, kata dia, bukan hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga petani, tapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi desa secara lebih merata.
Tak hanya itu, pendekatan manajemen tunggal juga memungkinkan standarisasi praktik berkelanjutan, termasuk pemupukan berimbang, rotasi panen, serta pengelolaan lingkungan. Semua ini dirancang untuk menjawab tuntutan pasar global terhadap praktik agribisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Inisiatif kedua adalah penerapan program Padat Karya (Cash for Works). Program ini memberikan ruang partisipasi lebih luas kepada masyarakat lokal, khususnya dalam masa peremajaan sawit dan saat tanaman belum menghasilkan. Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan praktik budidaya sawit yang baik dan sesuai standar industri.
Tulis Komentar