Kementerian Pekerjaan Umum Perlu Turun Tangan

Pompa Irigasi Rp8,2 M di Inhu Riau Tak Berfungsi, Sawah Petani Terancam Gagal Panen

Di Baca : 1957 Kali
Pompa Irigasi dibangun kontraktor Kementerian PU 2024 senilai Rp8,2 miliar tak dapat berfungsi tak dapat mengisap air dari dalam dasar Sungai Indragiri karena saat ini debit Sungai Indragiri dangkal di musim kemarau ini, Kamis (28/8/2025). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Kelayang, Detak Indonesia--Hampir 200 hektare persawahan tadah hujan petani di Desa Terus Sejuah dan Dusun Tua Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Riau terancam gagal panen, karena mengalami kekeringan ekstrem sejak tiga bulan terakhir.

Dari peninjauan wartawan ke lokasi pompa irigasi yang dibangun oleh kontraktor Kementerian PU tahun anggaran 2024 lalu itu senilai Rp8,2 miliar, hingga Agustus 2025 ini air dari pompa irigasi yang menyedot air Sungai Indragiri itu tak dapat berfungsi dengan baik. Empat mata pompa pengisap di dasar Sungai Indragiri tak dapat mengisap air Sungai Indragiri yang dangkal.

Kiri Kades Terus Sejuah Kecamatan Kelayang Inhu Riau Afrizon, kanan Ketua Kelompok Tani Makmur Karya Bersama Suryadi. (azf)

Hal ini diakui Ketua Kelompok Tani Makmur Karya Bersama Desa Terus Sejuah Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Suryadi diwawancara media ini Kamis petang (28/8/2025). Hal ini dibenarkan Kades Terus Sejuah Afrizon. Menurut Afrizon, dulu pernah pompa irigasi ini dapat hidup sebentar. Sementara kata Ketua Poktan Suryadi walaupun pompa air dapat hidup mengalir ke saluran primer, sekunder, dan tersier, namun air tak sampai ke lokasi sawah yang paling ujung. Ada pula saluran terbuat dari beton bocor-bocor dan perlu diperbaiki segera.

Saluran irigasi tak berfungsi, air tak bisa dialirkan ke sawah-sawah karena pompa tak menjangkau air Sungai Indragiri yang surut di musim panas ini. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar