Proyek Pengaman Tebing Sungai Kampar Retak-retak, Forum Antipati Demo BWSS III

Proyek Balai BWSS III Sering Disorot di Riau, Namun Tak Tersentuh Hukum

Di Baca : 1282 Kali
Massa dari Forum Antipati melaksanakan aksi unjukrasa ke Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Pekanbaru, Riau, Rabu siang, 3 September 2025. (azf)
 

3. Meminta Kejati Riau Periksa PPK dan KPA di kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar, karena diduga adanya kongkalingkong dengan rekanan PT Pulau Bintan Bestari dibuktikan adanya temuan kerusakan di lokasi kegiatan.

4. Meminta Kejati Riau Periksa PT Pulau Bintan Bestari karena diduga pengerjaan di kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar karna diduga tidak sesuai spek. Aksi demo berjalan tertib dan damai.

BWSS III di Pekanbaru ini sering disorot baik LSM, masyarakat, media, karena beberapa proyek yang dikerjakan ada yang tak beres. Salah satunya pompa banjir di Parit Belanda dekat Sungai Siak Rumbai Pekanbaru beberapa waktu lalu pekerjaan terbengkalai, material proyek bertaburan di lapangan, pekerja dipulangkan. Namun kasus ini tak pernah tersentuh hukum.

Terkait pengairan juga proyek Pompa Irigasi di Desa Teluk Sejuah di Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri hulu, Riau tahun 2024 senilai Rp8,2 miliar tak berfungsi. Pompa tak bisa dioperasikan tak bisa mengisap air dari Sungai Indragiri karena debit sungai dangkal. Akibatnya sekitar 200 ha sawah tadah hujan kekeringan dan terancam gagal panen. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar