45 Titik Longsor dan Jalan Terban, Damija, drainase Tak Kunjung Diperbaiki

Tiap Tahun Miliaran Anggaran Preservasi Jalan Sumbar- Bengkulu Jalan Rusak Terus PPK Terkesan Lepas Tangan Kontraktor PT AMS Kayak Hantu di Lapangan

Di Baca : 39 Kali
Tiap tahun miliaran anggaran Preservasi Jalan Sumbar-Bengkulu jalan rusak terus PPK terkesan lepas tangan Kontraktor PT AMS kayak hantu di lapangan. Sekira 45 titik longsor dan bahu jalan amblas/Terban, daerah milik jalan (Damija), drainase tak kunjung diperbaiki tak dirawat hingga akhir Juni 2026.(Tim/Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Palupuh, Detak Indonesia--Ironi besar menyelimuti megaproyek infrastruktur yakni Preservasi Jalan Nasional lintas Batas Provinsi Sumatera Barat menuju Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Meski kucuran dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bernilai puluhan miliar rupiah terus mengalir setiap tahunnya, kondisi urat nadi transportasi sepanjang kurang lebih 349 kilometer ini justru hancur lebur dan mengancam keselamatan pengendara. Perjalanan yang seharusnya efisien nyaman kini menyiksa pengguna jalan hingga memakan waktu 8 sampai 9 jam.

​Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan tim media pada Rabu (01/07/2026), dimulai dari koordinat Lat -0.1405° Long 100.261731° (Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam), ditemukan fakta mencengangkan. Proyek yang diklaim sebagai penanganan "Preservasi" dan "Rehabilitasi" bernilai fantastis ini diduga kuat dikerjakan asal-asalan, bahkan beberapa titik pasca-longsor November 2025 dibiarkan telantar tanpa penanganan struktural yang berarti.

Ada sekitar 45 titik longsor tebing di atas jalan dari Bukittinggi hingga Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam dan ada beberapa dinding lereng di bawah jalan yang amblas/terban hingga kini belum diperbaiki. Demikian juga drainase kiri kanan jalan tak terurus dan daerah milik jalan (damija) semak tinggi digenangi air dan mengancam merusak bafan jalan/aspal yang baru di rekonstruksi/jalan baru diaspal. Padahal ada dana perawatan damija dan drainase, kemana dipakai uangnya?

​Dosa Teknis di Lapangan: Kegagalan Struktural dan Mutu Aspal

​Secara visual dan keilmuan teknik jalan raya (Pavement Engineering), tim investigasi menemukan rentetan cacat mutu (failure) yang masif pada lapis perkerasan aspal, antara lain:

1. Alligator Cracking (Retak Kulit Buaya): Kerusakan struktural akibat kelelahan material (fatigue) dan lemahnya daya dukung fondasi bawah (base/sub-base).

2. Shoving (Jalan Sungkur): Pergeseran material aspal membentuk gelombang, mengindikasikan rendahnya stabilitas campuran aspal atau kegagalan ikatan antar-lapis (tack coat).







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar